Laksma (Purn) dr. Jeanne PMR Winaktu, SpBS

Laksma (Purn) dr. Jeanne PMR Winaktu, SpBS

Dokter

Laksamana Pertama dr. Jeanne P.M.R. Winaktu, Sp.BS adalah wanita kedua yang mencapai pangkat Perwira Tinggi TNI Angkatan Laut dalam sejarah Republik Indonesia, setelah Laksamana Muda TNI (Purn) Christina Maria Rantetana, SKM, MPH. Selesai menamatkan pendidikan kedokterannya, dr Jeanne mengikuti Sekolah Perwira Wajib Militer (Sepawamil) tahun 1982 dan mengikuti pelatihan-pelatihan akupuntur tingkat dasr sampai ahli (1983 – 1984). Pemilik Satya Lencana Kesetiaan 8 tahun, 16 tahun dan 24 tahun serta Satya Lencana Kebaktian Sosial dan Bintang Jalasena Nararya ini juga merupakan Dokter Spesialis Bedah Saraf wanita pertama di Indonesia.Sebagian besar karir militer kesehatan diembannya di Rumah Sakit Angkatan Laut dr. Mintohardjo, Jakarta yaitu sebagai pejabat di departemen bedah plastik, bedah umum, ibu dan anak, wakil kepala sampai menjadi kepala rumah sakit. Selain itu, beliau juga pernah menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit dr. Ramelan, Surabaya. Dalam tugas sehari-hari, beliau tidak merawat pasien COVID-19. Srikandi Laut Indonesia ini wafat pada 2 April 2020 karena mengalami gangguan saluran pernapasan dalam status sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 .
Inriaty Karawaheni - Saturday, September 5, 2020
"Saya mengapresiasi atas terbangunnya pusara digital untuk mengenang para nakes yang meninggal karena covid19 ...., dimana salah satunya putra kami tercinta dr. Berkatnu Indrawan Janguk Kami memanggilnya kakak Indra....., dia anak yg penurut, selalu hormat kepada orng yg lebih tua dan dalam bergaul dengan teman - temannya tidak pernah bermasalah, baik kepada semua orang , dengan anak-anak kecilpun dia sangat perhatian sekali dr Indra sangat menyayangi kami orang tua dan adik nya dan dia pun sangat perduli dengan org lain. Setiap hari Indra selalu menyempatkan menelpon saya mmh nya disela kesibukannya sekedar menanyakan khabar dan menanyakan kesehatan kami. Dalam menjalankan tugas Indra sangat bertanggung jawab, dan dia rela berkorban untuk orang lain. Dalam keseharian Indra anak yg sederhana, rendah hati dan selalu menghargai org lain. Walaupun dia sibuk dengan banyaknya kegiatan lain selain tugas di rumah sakit, setiap hari dia selalu menyempatkan diri bersaat teduh, berdoa dan membaca Firman Tuhan Indra........ mamah bangga kepada mu nak mamah sayang ....., tapi Tuhan lebih sayang kepada mu Terimakasih......., sudah kau tunjukkan baktimu sebagai seorang dokter, walau sangat singkat , cita-citamu sejak kecil untuk melayani sesama melalui profesimu sebagai dokter yang selalu kau katakan melayani pasien dengan hati. Pada kesempatan ini ijinkan saya mengucapkan terimakasih kepada : Kementrian Kesehatan Republik Indonesia atas kepedulian dan penghargaan yang diberikan kepada Nakes yg telah gugur karena covid19 Kami juga mengucapkan terimakasih Kepada Rumah Sakit Umum Dr M Soewandhie Surabaya tempat anak kami dr Indra bekerja dan tempat Indra di rawat selama 22 hari sampai menghembuskan napasnya yg terakhir. Terimakasih kepada para dokter dan perawat yg telah berusaha merawat Indra Terimakasih kepada semua tenaga kesehatan, dokter perawat dan para medis yg telah membajtikan diri untuk merawat para pasien Covid19 , semoga selalu diberi kekuatan, kesehatan dan keiklasan dlm merawat pasien covid19, krn saya merasakan sebagai pasien covid19 juga. Akhirnya semoga Pandemi copid19 cepat berakhir . Salam Sehat untuk kita semua"
Kenal dengan mendiang? kirim testimoni anda semasa hidup dengan mendiang disini:

*Proses pengiriman testimoni akan menggunakan nomor hp yang terdaftar di WhatsApp untuk verifikasi