Dr. Hadio Ali Khazatsin, Sp.S

Dr. Hadio Ali Khazatsin, Sp.S

Dokter

Dr. Hadio Ali Khazatsin, Sp.S menyelesaikan pendidikan kedokterannya di Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia tahun 2009. Setelah lulus, terlibat sebagai dokter umum pada sebuah penelitian di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (2009 – 2010).

Dr Ali, demikian beliau akrab disapa oleh kawan-kawannya, kemudian melanjutkan jenjang pendidikan spesialisasi kedokteran di Departemen Neurologi, Universitas Indonesia dan berhasil menyandang gelar Spesialis-1 Neurologi pada tahun 2014. Sejak itu, dr Hadio Ali Khazatsin, SpS bertugas sebagai Neurologist di beberapa rumah sakit, diantaranya RS Cipto Mangun Kusumo, RSAL Dr Mintohardjo dan RS Agung Manggarai (2014 – 2015).

Dalam usia yang relatif muda, dr Ali telah memiliki pengalaman dalam menangani penyakit-penyakit yang berhubungan dengan cerebrovascular, neurosonologi dan intervensi di bidang neurologi. Dia tercatat sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia dan Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia, masa bakti beliau diakhiri dengan bertugas sebagai Neurologist di RS Premier Bintaro sampai tahun 2020.

Karena terpapar virus SARS Cov-2, almarhum dirawat intensif dengan menggunakan ventilator di RS Persahabatan, Jakarta. Sekitar pukul 04.00 dini hari, dr Hadio Ali Khazatsin berpulang dengan tenang dengan meninggalkan seorang istri dan dua orang putri pada usia 34 tahun.
Halik Malik - Friday, September 4, 2020
"Dokter Hadio sejak mahasiswa adalah seorang aktivis, badannya tinggi kurus, mirip Wiji Tukul. Di Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia, Hadio membidangi urusan kajian strategis dan advokasi sedangkan saya di bidang pengkaderan. Pernah kami dari Makassar dan beberapa kawan lainnya harus menginap di ruang BEM FK UI karena terlibat diskusi soal kebangsaan dan organisasi. Beruntung setelah lulus dari fakultas kedokteran saya dengan Hadio masih saling komunikasi dan sempat belajar kelompok untuk lulus Ujian Kompetensi Dokter. Kalo tidak salah ingat, itulah perjumpaan terakhir saya dengannya, ketika bertugas di pedalaman Sumatera Barat saya dapat kabar, Hadio menikah dengan teman sesama pengurus ISMKI, sungguh senang mendengarnya. Tidak lama Hadio menyelesaikan sekolah spesialisnya dan menjadi ahli neurologi intervensi yang handal. Dirinya adalah sosok generasi muda dokter yang potensial, sederet tugas dan tantangan menantinya, kami sungguh merasa kehilangan..."
Septiani - Saturday, September 5, 2020
"Berasa Covid is devastating ketika Hadio harus gugur. Walau tidak dekat selama pendidikan dokter di UI, tapi saya tau Hadio pintar dan kuat ibadahnya. Turut berduka utk keluarga sanak saudara yang ditinggalkan, teman-teman FKUI 03 yang juga berduka. Rest in peace, Hadio.."
Stephanie Dewi - Saturday, September 5, 2020
"Saya mengenal Hadio karena sesekali berinteraksi saat jaga malam di IGD sewaktu residensi walaupun beda departemen. Meskipun sesekali, saya tahu dia adalah orang yang baik dan bersungguh-sungguh dalam menangani pasien. Bangga bisa mengenal dia meskipun sejenak. Semoga Keluarga diberi ketabahan dan kekuatan. Rest in piece Hadio.."
Dr. Zulfa Indah K Fadhly, BMedSc, SpS - Saturday, September 5, 2020
"Dr. Hadio adalah senior yg sangat membimbing selama saya menjalani pendidikan spesialis saraf di fkui rscm. Pokoknya kalo udah stuck sm tugas, saya selalu mengkontak beliau untuk meminta pencerahan. Bahkan setelah lulus menjadi spesialis saraf pun, beliau selalu terbuka untuk bertukar pikiran terkait dunia pekerjaan. Semasa studi, beliau sangat cemerlang, Mahasiswa yg menjadi kebanggaan para dosen. Beliau sangat amat berdedikasi terhadap keilmuan, dan adalah dokter yg sangat memperhatikan pasien2nya.Hal yg sangat berkesan buat saya pribadi adalah saat beliau mengirimkan karangan bunga diacara pernikahan saya.Beliau orang baik. Semoga Allah melapangkan kubur dan menempatkan bang Hadio di surga yg tertinggi. Aamiin."
Lanny S - Sunday, September 6, 2020
"Saya kenal dr Hadio sejak beliau mulai bekerja di RS Premier Bintaro. Seorang dokter yg sangat tinggi dedikasinya, care dengan pasien2nya, selalu datang dengan cepat jam berapapun sekalipun di tengah malam bila ada pasien yg dikonsulkan ke beliau, sangat hormat pada sejawat2nya tidak perduli sesama spesialis maupun dokter umum. Sangat kehilangan beliau, semoga diberikan tempat terbaik disisiNya dan keluarga yg ditinggalkan diberi kekuatan. Rest In Peace dok"
dr Parti Aliyanti SpM - Sunday, September 6, 2020
"saya adalah pasien dr Hadio ...selama menjadi pasien dr Hadio sangat baik perhatian dan sangat pintar kalau diskusi ttg penyakit2....kebetulan 2 bln sebelum dr Hadio sakit covid19 saya sudah tidak pernah konsul lg..jadwal konsul ulang 3 bln...sekali.lagi kebaikan dr Hadio terbukti kalau tidak saya sdh jadi SuspectTERIMAKASIH DR HADIO....semoga lancar perjalanan sampai tempat muliandi sisi.ALLAH SWT.....aamiin3x"
Dyani Pitra Velyani - Sunday, September 6, 2020
"Dr.Hadio adalah sosok yang sangat baik, lembut tutur katanya, dan tak pernah segan membantu.. saya ingat kami bolak balik kesana kemari saat sama2 jadi panitia simposium..Semoga Allah memberikan balasan terbaik.."
Dr Wega Sukanto, rekan sejawat - Monday, September 7, 2020
"Yang tidak bisa dilupakan dari Hadio adalah senyumnya. Senyum yang menggambarkan pribadi yang hangat dan bersahabat. Selamat jalan, saudaraku…"
Dr Ferdhi Dt Majo Bosa, Sp.S, rekan sejawat di Departemen Neurologi, FKUI - Monday, September 7, 2020
"Selamat jalan dr Hadio Ali. Aku tak begitu mengenalmu, tapi orang yang pernah bertemu denganmu semuanya bercerita. Kamu orang yang senang bergaul. Baik dan cerdas. Tak ada satupun orang yang tidak menyukaimu. Baik sesama spesialis, sesama Sp.S [Neurologist], dokter jaga maupun paramedis."
Dian Lasti, teman sekolah - Monday, September 7, 2020
"Innalilahi wa innailaihi rojiun... Udah lama nggak ketemu, kaget dapat kabar begini… Selamat jalan kawan... Keinget dulu sering diskusi pelajaran, bercanda dan ketawaan bareng. Semoga husnul khatimah ya, Hadio Ali. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan dan jasamu... Insya Allah surga menantimu dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Aamiiin…"
Dewi M. Widiantoro, kolega di LBM Eijkman - Monday, September 7, 2020
"Selamat jalan dr. Hadio Ali. May you Rest in Peace. Dedikasimu sungguh luar biasa. Hadio temen satu laboratorium waktu di LBM Eijkman. Masih belum percaya rasanya."
Iswandi Erwin - Friday, September 11, 2020
"Innaa lillaahi wa innaa ilaihi roojiuun. Juni 2019 belajar stroke dan neurovaskular bersama almarhum bang Hadio dan senior vascular neurologist di Asian Stroke Summer School di CanTho City, Vietnam, sambil berencana mungkinkah kami akan bisa PhD bareng di Malaysia nanti? 🙂 Manusia berencana, namun Allah pulalah yang menentukan. Allahumaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu. "Semoga Allah mengampuni dosa, merahmati, melapangkan kubur dan menerima amal kebaikan serta memafkan segala kesalahan Abang." Aamiiin. Selamat jalan, Bang Hadio. Senang pernah kenal dengan Abang. 😊🙂🙏🤲"
Adv.Ricky Rachmadi,SH.MH - Saturday, September 12, 2020
"MENGENANG Dokter Hadio: dokter sarafku. Waktu tendon tanganku bermasalah 3 bulan lalu, dia yang obati. Orangnya muda, pinter dan terlihat sholeh. Kalau menjelaskan penyakit saya sangat klier dan dia pinter ngeracik obat salep untuk sarafku. Ada yang menarik semalam sebelum makan malam si Rey anakku yang paling kecil mengingatkanku tentang obat salep itu yang untuk tendon. Katanya itu lo pa untuk ngobati kaki si mama yang lagi sakit. Eh, yang menarik sekitar jam 3 lebih dini hari kemarin aku terbangun karena sekujur tubuhku basah berkeringat. Nita istriku juga terbangun dan minta obat saleb tersebut untuk dioleskan ke kakinya yang lagi sakit. Jam 4.30 dokter itu wafat. Kayaknya arwahnya mau pamit karena pagi pas bangun tidur dapat info bahwa dokter tersebut wafat. Kesanku Almarhum adalah seorang dokter yang sholeh. Anak muda yang santun. Kalau menjelaskan penyakit kita lewat ipadnya, dia jelaskan sangat gamblang. Ada yang menarik untuk agar tendon tanganku bisa bergerak, dia bantu dengan suntikan. Yang menakjubkan dia, pas titik ototku disuntik, tidak ada satu darahpun menetes. Dia kaget. Ini luar biasa, pak katanya dan biasa perlu beberapa kali injeksi. Ini cuma sekali. Aku berseloroh mungkin karena yang nyuntiknya orang sholeh. Dia tertawa dan dia balas karena yang disuntik juga orang sholeh..😂😂.. Akhirnya kami tertawa dan dia menawarkan agar bisa cepat sembuh tendon tanganku dia akan meracikkan salep yang tokcer. Kalau saja nanti ada masalah kaku otot dan sarafku kejepit... Ternyata sekarang dokter itu telah pergi... Innalillahi wa innaillaihi roji'un. Semoga almarhum husnul khotimah Aamiin. Ttd Pasien RSPB yg berduka, RICKY RACHMADI, SH, MH."
Dr. Pantja Wibowo - Saturday, September 12, 2020
"Hadio, neurolog ganteng yang selalu tersenyum. Rajin menimba ilmu dan sangat bersahabat. Almarhum seharusnya disiapkan untuk menjadi suksesor Presiden Republik Kuliner RS Premier Bintaro...Selamat jalan Hadio..."
Chalenar Isak M Sitorus - Tuesday, October 13, 2020
"Saya menyebut beliau dr. Hadio, yang merawat saya sewaktu serangan stroke kedua kalinya di RS Premier Bintaro pada tanggal 15-19 Desember 2019. Beliau dokter yang sangat professional dan baik. Saya sangat kaget dan menangis sewaktu mendengar kepergiannya. Selamat jalan Dokter Hadio. Sangat beruntung sempat mengenalmu. Semoga damai bersama Tuhan Sang Pemilikmu..."
Kenal dengan mendiang? kirim testimoni anda semasa hidup dengan mendiang disini:

*Proses pengiriman testimoni akan menggunakan nomor hp yang terdaftar di WhatsApp untuk verifikasi