Dr Ketty Herawati Sultana

Dr Ketty Herawati Sultana

Dokter

dr. Ketty Herawati Sultana (59 tahun), merupakan dokter senior di RS Medistra, Jakarta. Pasien terakhirnya sebelum terinfeksi COVID-19 adalah Menteri Perhubungan Budi Karya.

Budi Karya awalnya dirawat dr Ketty dan tim di RS Medistra dengan gejala seperti demam tifoid, tetapi kemudian dikonfirmasi menjadi salah satu kasus COVID-19 paling awal di Indonesia. Menhub kemudian dipindahkan dirawat di RSPAD.

Meskipun tidak pernah ada penjelasan dari mana asal muasal penularannya, dr Ketty dan beberapa staf yang pernah merawat Budi Karya kemudian terinfeksi COVID-19 dengan hasil tes positif. Setelah menjalani perawatan sekitar tujuh hari, dr Ketty akhirnya berpulang pada hari Jum’at (3/4/2020) di rumah sakit tempatnya mengabdikan hampir seluruh perjalanan karir kedokterannya.

Setelah menyelesaikan pendidikan kedokterannya di Universitas Katolik Atmajaya pada tahun 1987, dr Ketty Herawati Sultana bertugas di wilayah timur Indonesia, tepatnya di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sepulangnya dari NTT, dr Ketty lanjut bertugas selama lebih 30 tahun sebagai salah satu dokter umum di RS Medistra, Jakarta.

Di mata rekan sejawatnya, dr Ketty dikenal sebagai sosok yang tegas dan tekun dalam bekerja. Dia sosok memiliki dedikasi untuk merawat pasien-pasiennya dengan tanpa membedakan jenis penyakit mereka.

Dr Ketty meninggalkan seorang suami, dua putri dan seorang putra. Putri pertama pasangan dr Ketty dan dr Oki Gunawan Kaharudin terinspirasi dengan dedikasi dan pengabdian orangtuanya. Dia memutuskan menjadi dokter dan mengikuti jejak mamanya mengabdi pertama kali di wilayah timur Indonesia, yaitu di kota Maumere, kabupaten Sikka, NTT.

Takdir tak dapat ditolak, suami dr Ketty berpulang selang 100 hari setelah meninggalnya istri tercinta karena sakit yang telah lama dideritanya. Sepertinya keinginan dr Ketty menikmati masa pensiun bisa terlaksana bersama suaminya di surga. Sedangkan tongkat estafet profesionalismenya telah diserahkan kepada dr Margareta Oktaviani (Megi) dan kedua adiknya, Gabriel Martinus dan Bernadette Melani, yang menetap dan bekerja di Belanda. Mulai tanggal 23 Desember 2020, dr. Megi bertugas menjadi relawan dokter di Wisma Atlet Jakarta. Berjuang menolong pasien-pasien yang memerlukan tangannya. Sebanyak mungkin. Istirahat dengan tenang, dok!

Testimoni
Dia tidak kenal lelah ini ternyata juga murah hati dan pandai memasak. Dia sering menyiapkan dan membawa masakan dari rumah untuk dinikmati bersama-sama di kantor. Pribadinya yang selalu hangat dan ringan tangan di lingkungan kerja, tentunya akan dirindukan. Begitu komentar salah satu koleganya. dr Anita Puspasari, sebagaimana ditulis New York Times.

"Aku menjadi dokter karena mama. Aku melihat bagaimana Mama membantu orang lain, bagaimana dia dihormati oleh orang lain dan bagaimana dicinati oleh pasiennya." dr. Margareta (29 tahun).
Sumber: https://id.theasianparent.com/ketty-herawati-sultana
dr. Margareta Oktaviani, putri pertama almahumah - Friday, September 4, 2020
"Saya melihat bagaimana mama membantu orang lain, bagaimana dia dihormati oleh orang lain dan dicintai oleh pasien-pasiennya. Kepada saya, mama selalu berkata, β€œMenjadi seorang dokter itu lebih dari sekedar pekerjaan. Itu adalah panggilan hidup dengan satu tujuan, yaitu menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa”."
Dr yusnita SpA - Saturday, September 5, 2020
"Dr Ketty adalah teman saya yg pd thn 1986 kami bersama2 dikirim Depkes ke daerah pelosok bengkulu selama 2 bln utk melakukan survey kesehatan rumah tangga. Alm sangat baik, kami selalu bersama, setelah itu kami tdk pernah ketemu lg, sy baru tahu alm di rs medistra setelah meninggal. Sangat menyesal sekali rasanya ....semoga alm bahagia di syorga"
Ratih Gunaevy - Monday, September 7, 2020
"Dokter Ketty bukan hanya seorang dokter di mata kami... tapi almarhum juga sudah menjadi bagian keluarga kami! Dokter yg sangat baik, periang dan sangat berdedikasi kepada pekerjaannya.. We miss her so much! Terima kasih atas pengorbanan mu Dok Ket ( nama pggilan kesayangan dari kami ) .. Bahagia disisi Tuhan bersama Dokter Okky belahan jiwa mu.."
Ida Ayu N Purbasari - Monday, December 28, 2020
"Kami panggil beliau Mama Ketty karena beliau adalah tante, ipar dan adik kami yang dekat dengan keluarga kami. Mama Ketty dan Papa Oky adalah ibu dan bapak permandian dua anak kami. Mama Ketty adalah orang yang paling murah hati yang saya pernah kenal, murah dalam perhatian, kasih sayang dan juga materi. Rumah mereka selalu terbuka utk berkumpul keluarga besar kami. Setiap berkumpul tidak pernah lupa menyediakan makanan kesukaan kami masing2 dan memasakkan atau membelikan utk kami semua. Natal kali ini berbeda sekali rasanya karena pertama kali kami berkumpul tanpa Mama Ketty dan Papa Oki. Terima kasih sudah menjadi peneguh keluarga kami, menjadi tempat berkeluh kesah dan berbagi rasa selama ini. Kami sekeluarga sangat kehilangan Mama Ketty dan tidak ada satu hari pun selama ini di mana saya tidak merasa kehilangan beliau. Kami doakan mama dan papa tenang dan bahagia di surga. Pasti mama dan papa tersenyum melihat anak2 semua di sini, baik2, murah hati, penyayang dan berbakti pada nusa bangsa dan sesama. Sampai kita nanti semua berkumpul bersama ya""
Lenny Ekawati - Monday, December 28, 2020
"Saya mengenal almarhumah dari senior saya di kantor. Hanya menuliskan sedikit cerita hidupnya, saya sudah yakin bahwa semasa hidupnya dr. Ketty adalah orang yang baik. Terima kasih saya jadi bisa mengenal dr. Megi, duplikatnya dr. Ketty yang luar biasa. Meskipun Covid-19 diizinkan membuat dr. Ketty kembali pulang ke surga, hal itu tidak menyurutkan langkah dr. Megi untuk mengabdi sebagai relawan dokter di Wisma Atlit, Jakarta untuk menyelamatkan sebanyak-banyaknya nyawa. Tuhan YME pasti selalu melindungi dr. Megi dan adik-adik dengan penuh kasih. Mereka dikelilingi saudara-saudara dan teman-teman dr. Ketty yang sama baik hatinya. Istirahat di surga dengan tenang bersama Pak Oky, ya dok..."
Andhita, Siauw Lan - Monday, December 28, 2020
"Almarhumah dokter Ketty adalah teman kami. Sejak SMP dan SMA, kami satu sekolah. Dia tidak hanya sekedar teman tapi dia seperti saudara. Hatinya baik selalu membantu dan memperhatikan teman dan pasien seperti keluarganya. Kami sekeluarga sangat kehilangan sosok dokter yang baik hati dan perhatian. Selamat jalan Saudaraku. Semoga tenang dan damai bersama Oky di Surga. Sekiranya Meggy dapat melanjutkan tugasmu"
Metina - Monday, December 28, 2020
"Dr Ketty temen school. Almarhumah beneran baik. Meski jarang ketemu. Tp kalau saya bertanya tentang sakit, langsung dijawab. Beberapa tahun lalu, Dr Ketty ada hadir di ultah saya. Memory yang cuma sekali ketemu saja, sudah membuat hati saya sukacita. Seorang dokter yang sibuk, masih mau sempetin datang. "
Chang Tek Yuan - Monday, December 28, 2020
"Aku belum sempat mengenal dokter Ketty, tapi tahu dari teman di SMP PGRI. Terasa dia sangat dekat dengan teman-teman PGRI."
dr Robyanto Wahjudi, MARS - Tuesday, December 29, 2020
"dr. Ketty adalah sosok tante, mama dan juga senior yang sangat membekas di hati... Kenangan selama 3 tahun tinggal bersama keluarga besar beliau di Mangga Dua membentuk saya menjadi pribadi yang mandiri dan segala kebaikan beliau tidak dapat saya balas. Beliau yang pernah mengabdi di Ende telah menginspirasi saya untuk menjadi dokter yang siap melayani pasien di daerah terpencil (di Ende). Terima Kasih dr. Ketty... Bahagia di surga bersama dr. Okky..."
Dr. Erika Widyanti - Tuesday, December 29, 2020
"I knew dr. Ketty since I joined Medistra Hospital 12 years ago. She was my mentor, colleague, and friend. I will always miss our morning chit chat and her delicious food. She was a very humble and professional doctor. I will miss u Dok Ket."
Lucy Widjaya - Tuesday, December 29, 2020
"Saya mengenal almahrhum dr Ketty karena anak anak kami berdua kebetulan kuliah di universitas yang sama, di kota yang sama. Jadi kami cari kos buat anak kamipun sama-sama. Awalnya saya tidak tahu kalau beliau seorang dokter. Yang sangat saya inget dari beliau adalah rendah hati, dan gampang menolong. Itu tidak pernah saya lupakan. Bahkan saya tidak menghapus nomer kontaknya di daftar kontak whatsapp saya. Dia mama yang hebat... Sudah menyiapkan anak-anak nya untuk lepas darinya. Kami berdua banyak kecocokan dalam cara mendidik anak. "
dr Sri Endarti - Monday, December 28, 2020
"Ketty temen sekolah di FK suka duka kami lewati sampai dia kerja di RS Medistra, walau sdh usia pensiun dia masih kerja sesuai profesi sbg dokter jaga yg selalu siap mengabdi dan selalu bekerja dengan hati. Sebagian dokter jaga senior dia selalu siap membantu semua pasien . Sebagai teman tempat curhat yg mau mendengarkan keluhan temen.kenangan terakhir kita reuni di Cirebon kami mengenang 40 th kami sdh lulus sbg dokter. Sebelum dia masuk ke ICU masih bercanda. Tuhan tahu yg terbaik buat Ketty. Selamat jalan sahabat . Tuhan bersama kamu dan suami ya . Kami semua temen FKUAJ bangga sama kamu. Damai di SUrga Tuhan sdh menyambut kamu disana πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™"
Putri Apuy - Monday, December 28, 2020
"Almh. Dr ketty bukan hanya sekedar dokter, tapi dia sudah seperti bagian dari keluarga kami..Beliau adalah teman sekolah kakak saya tapi dia begitu dekat dengan keluarga kami. Dia selalu siap menolong dan selalu menjawab setiap WA. Terakhir saya mengirimkan WA tgl 18 Maret 2020 menanyakan referensi obat untuk anak saya dan juga menanyakan kabar pekerjaannya di RS, mengingat team dokter"
Boby Suprijadi (adik kandungnya) - Tuesday, December 29, 2020
""Kit... Lo di mana?...."..."Gw lagi di stasiun Rawa buntu nih, nunggu dijemput Oki"...."Gw juga udah mau sampe ke stasiun Rawa Buntu, bilang Oki deh gak usah jemput... ntar bareng gue aja pulangnya"..."Oh iya udah".... Itu komunikasi dengan Ketty bila pulang kerja sore, dia selalu naik kereta pulang pergi kerja dan selalu bawa buntelan pasti beli makanan. Tiap ada gejala sakit selalu konsultasi dan selalu ada solusi dari Ketty. ini komunikasi terakhir dengan dia setelah saya operasi tenggorokan: Bob gmn udah operasi? Sukses?Sukses... Besok bisa pulang. Nggak ngorok malam ini. Tinggal recovery. Ada... tp lebih ringan [20:55, 3/10/2020] 62 821-1043-6123: Udah bisa makan? [20:55, 3/10/2020] 62 821-1043-6123: Cair donk makannya. Mungkin karena masih baru... Idung masih mampet katanya kalo baru operasi emang gitu. Udah makan tapi harus yang lembut dulu. Bubur nih seharian tapi bekas operasi udah nggak terlalu sakit. Mungkin dikasih anti nyeri. Udah pulang Bob? Udah. Siang tadi. Kit... bisa beliin masker gak di Medistra? Gak dijual... Ada sesuatu yang hilang sejak dia pergi 😭😭😭😭😭"
Dr. Anita - Monday, December 28, 2020
"Beliau adalah sosok yang sangat supel, mudah bergaul. Seorang teman, senior, guru bagi saya. Sosok ibu yang sangat menyayangi dan berbuat yang terbaik buat keluarganya. Teman yang ramah dan selalu berbagi, suka memasak dan membawakan masakan bagi kami kawan-kawannya. Dr. Ketty, akan selalu ada di hati kami teman-temanmu di RS. Perjuanganmu akan kami teruskan. Bahagialah di sisi Yesus bersama dr Oki."
dr. Eka Setiani - Tuesday, December 29, 2020
"Saya adalah sejawat dr Ketty almarhumah. Kita bekerja sama di RS Medistra sejak tahun 1996 s/d saat terakhir kepergian almarhumah. Selama bertugas di RS sebagai dr umum, kami bekerja dengan semua dr spesialis dan sesama sejawat dan perawat di RS dengan baik. Almarhumah adalah sosok yang ramah, dan mudah bergaul. Hal ini dikatakan pasien, perawat dan dokter lainnya. Pekerja yang tak kenal lelah, penuh perhatian dan siap membantu siapa saja. Kepergiannya yang tidak terduga membuat kami merasa sedih dan sangat kehilangan. Saya pribadi mengenal keluarga almarhumah, suami dan anak-anaknya dengan baik. Dalam pembicaraan di waktu senggang, saya dan almarhumah pernah berbincang bincang tentang apa yang akan dilakukan setelah pensiun dari RS, antara lain home care atau usaha kuliner. Manusia boleh berencana, tetapi Tuhan yang menentukan semuanya. Biarlah keteladanan dia selama bertugas menjadi contoh yang terus kita kenang. Akhir kata kami mengucapkan, Selamat jalan dr Ketty. Sampai bertemu di rumah Bapa di surga."
Villysia - Monday, December 28, 2020
"Dr Ketty tidak hanya seorang dokter yang sangat perhatian, tapi juga seorang ibu yang hebat karena berhasil membesarkan 3 anaknya dengan baik. Seorang anak yang sangat menyayangi ibunya, sangat perhatian kepada saudaranya, bahkan kepada pasiennya. We will always remember you Dok. Rest in peace with ko Okky in heaven"
Dr. Awan TP - Monday, December 28, 2020
"Dr. Ketty teman kerja seniorku. Ramah, ringan tangan, dan helpful. Senang bekerja bersamanya. Semoga mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan YME."
Tin Eng - Wednesday, December 30, 2020
"Dokter Ketty adalah kakak dari sahabat saya, Betty. Dr. Ketty telah mengakhiri pertandingannya yang baik, ia telah mencapai garis akhir dan ia telah memelihara iman. Dr. Ketty sudah tenang dan bahagia di surga bersama suaminya, dr. Okky. Kelak kita akan berjumpa lagi di surga baka. Amin."
Dr Maria Regina - Ende Flores - Thursday, December 31, 2020
"Dr Maria Regina dari Ende, 31 Desember 2020 ~ Saya adalah ex kepala RSU Ende tahun 1982 sd 1992. RSU Kabupaten sederhana, 100 bed, BOR 70% dan single fighter menghadapi segala kasus yang harus kami atasi sendiri tanpa bantuan senior. Kerja tidak ada batasan waktu. Untung dapat dr. Oky suami dari dr. Ketty kiriman dari Depkes. Setelah saya mengeluh ratusan kali, dia lalu disusul istrinya dr Ketty diperbantukan ke RSU Ende tanpa fasilitas apa-apa, tapi saya sangat membutuhkan mereka dan syukur kepada Allah, mereka adalah dokter-dokter yang sangat berbakti. Tidak ada protes dan tuntutan, tidak ada jasa dokter, apalagi insentif. Saya tampung mereka tinggal bersama di rumah pribadi saya selama 2 tahun dan segera terikat seperti adik-adikku. Kami kerja tidak kenal waktu, kasus apapun dikerjakan bersama tanpa keluhan. Yah kepergian dr. Ketty yang begitu mendadak, lalu disusul suaminya, sangat mengejutkan dan menyakitkan hatiku. Terkenang kembali bagaimana kami capek bekerja tapi masih memaksa masak-masak makanan favorit kami karena sama-sama hobby memasak. Rasa pedih di hati tak ada guna lagi. Saya ke Jakarta tidak bisa bertemu mereka lagi dan air mata tetap mengancam mau tumpah. Selamat jalan adik-adikku. Setiap hari kusebut namamu dalam doaku agar tentramlah kamu di samping Tuhan. "
Dr. Nirmala, SpTHT - Wednesday, December 30, 2020
"Dr. Ketty dan saya sama sama tinggal di BSD. Dari dr. Ketty, saya "belajar" naik KRL.. Hal yang paling diingat adalah kalau saya visite ke ruangan, dr. Ketty sering nanya : dok, naik KRL jam berapa, dapat tempat duduk ga? Kalau lagi ada info demo atau peristiwa tertentu di Jakarta, pasti saya WA dr. Ketty dulu karena dr. Ketty biasa berangkat sangat pagi dan pulang ke BSD sudah sore: dr. Ketty, gimana tadi perjalanan ke Medistra... Macet ga? Aman ga? Pokoknya berbagi seputar bagaimana perjalanan ke tempat kerja dan pulang ke BSD. Sebagai dokter, dr. Ketty adalah dokter yang hangat dan dekat ama pasien... Miss you, doc..."
dr Maria Yoelita S - Wednesday, December 30, 2020
"DR Ketty adalah sepupu saya. Waktu dia masih bayi bersama tinggal di Krawang. Ayahnya om saya pernah menjadi guru. Ketty sangat pandai di pendidikannya, sehingga dia bisa dapat bea siswa di FKAJ dan juga sejak remaja dia kerja sebagai guru les sudah punya penghasilan. Ketty pekerja keras, pejuang, pribadi yang sederhana, sering menggunakan kendaraan umum ke mana-mana. Sangat sedih kalau mengenangnya, tapi sekarang Ketty sudah bahagia di sisi Bapak di surga. Ucapan semangat untuk anak-anaknya semoga bisa mengikuti jejak ibu tercintanya."
Rini Dharmawan - Wednesday, December 30, 2020
"Ketty, adalah salah satu sepupu saya. Tempat bertanya ttg segala sesuatu yg berhubungan dng kesehatan, obat, hasil lab, vaksin dll...Saya merasa kehilangan seorang dokter tempat bertanya dan meminta nasihat ttg pengobatan...Tuhan telah memanggilnya tahun ini, tepatnya 3 April 2020. Semoga Ketty berbahagia disisiNYA, mendoakan kami yg masih mengembara di dunia ini.Selamat jalan Ketty, selamat berkumpul kembali dng Oki suamimu di kedamaian abadi.Rest in peace Ketty dan OkiπŸ™πŸ™πŸ™"
Dr. Diana Shanty, MARS - Saturday, January 9, 2021
"Kami berdua dekat karena sama2 mengisi waktu luang sore"
Rudy K. Sultana - Adik kandung - Sunday, January 10, 2021
"Sosok Ketty di Mata Adik Kandungnya -- Ketty adalah anak kedua dan putri pertama dari Widjaya Sultana dan Siana Budiman. Kami 6 saudara kandung terpaut satu-dua tahun usia antara dua anak berurutan. Ayah bekerja sebagai guru sekolah dan ibu sebagai ibu rumah tangga yang hampir seumur hidupnya menyumbangkan waktu, pikiran, tenaganya, dan sering kali uang pribadinya pada kerja sosial. Dari penyuluhan PPKB, Pos Yandu, vaksinasi masal, sampai sekarang membuka dan mengajar di sekolah PAUD untuk 80an anak-anak yang orang tuanya berpenghasilan rendah atau tak menentu. Contoh ketekunan dan kemurahan hati ibu kami adalah warisan yang tak ternilai dalam pembentukkan watak kami. Ketty adalah satu-satunya anak yang mengikuti jejak ibu kami dengan memilih profesi sebagai dokter. Hampir seluruh hidupnya dipersembahkan untuk menyembuhkan pasien tanpa memilih-milih berdasarkan kelas sosial-ekonomi, usia, suku bangsa, maupun agama. Setiap pasien dapat perhatian sangat istimewa, seperti dia adalah satu-satunya pasien Ketty di dunia ini. Dengan penghasilan guru, hidup keluarga kami sangat lah terbatas secara finansial. Pengalaman hidup sulit membuat hati Ketty mudah luluh terhadap orang yang kurang beruntung. Trauma hidup serba kekurangan membuat Ketty selalu menyediakan makanan extra banyak dan berlebihan buat orang-orang yang dia sayangi. Kekayaan sensor cita rasa pada lidah dan pemciumannya membuat Ketty menjadi koki yang sangat piawai. Ketty memanjakan orang-orang yang dia sayang dengan makanan-makanan yang dimasak sendiri. Sebagai kakak perempuan tertua, Ketty adalah perekat kami saat kami bertikai, jadi pusat pertemuan keluarga saat kami bergembira merayakan hari-raya dan kesuksesan anggota keluarga besar kami. Sebagai dokter, pelayanan Ketty pada penyembuhan tidak berhenti saat pasien keluar dari rumah sakit. Banyak pasien masih membutuhkan rawat jalan. Meskipun letih, seusai dinas dari RS Medistra, Ketty melakukan safari-rawat-jalan mengunjungi pasien di rumah mereka. Betty adalah adik yang dengan setia mengantar Ketty safari. Setelah selesai safari Ketty selalu tertidur lelap di dalam mobil karena kecapean. Bila masih ada pasien yang membutuhkan kunjungan, Ketty tidak pernah ragu menggunakan hari liburnya dari dinas di RS Medistra. Dedikasi kami pada pelayanan tidak sampai separuhnya dari Ketty. Kami masih sering berkeluh kesah saat menemani Ketty memberikan pelayanan kesehatan. Sebagai seorang Ibu, di mata kami, Ketty adalah ibu yang sangat sabar pada keinginan dan kebutuhan ketiga anaknya: Maggy, Martin, dan Mei. Ketty mampu membalance profesi dan peran seorang ibu. Buktinya ketiga putra dan putri Ketty, yang disayangi sepenuh jiwanya, sudah menjadi anak muda yang mandiri, berbudi pekerti tinggi, dan sangat dermawan. Sebagai seorang anak Ketty sangat sayang pada mamih. Ketty selalu hadir dalam setiap acara tahunan yang penting bagi mamih; tidak pernah alpa mengurus kebutuhan obat untuk kesehatan sampai kebutuhan sehari-hari; tidak pernah lupa ajak mamih dan Betty dalam acara liburannya; Bahkan dalam keadaan sesak nafas di ICU pun Ketty masih menyempatkan menanyakan keadaan mamih yang juga menunjukkan gejala Covid saat itu. Punya separuh saja dari kerendahan hati, kebesaran jiwa, dedikasi, dan kedermawanan Ketty sudah akan membuat kami menjadi individu yang berbudi pekerti tinggi. Cuma dalam hitungan jam Covid melumpuhkan Ketty dari sesak nafas sampai intubasi untuk memasukkan ventilator di ICU RS Medistra. Cuma dalam hitungan hari akhirnya Covid merengut hidup Ketty yang masih sangat produktif, ceria penuh tawa, tempat kami mengadu saat senang dan susah. Kepergian Ketty meninggalkan lubang besar dan rasa kangen dalam hati kami 😰. Selamat jalan pahlawanku, selamat jalan kakakku tercinta; akan ku simpan kenangan indah darimu dalam hati ku; akan ku coba teruskan dan amalkan nilai-nilai hidupmu. Terima kasih atas sayangmu pada kami semua. Sampai jumpa lagi di rumah Tuhan Yang Maha Pengasih nanti πŸ™."
Ade - Saturday, January 16, 2021
"Juni 2019, saya dan anak bungsu saya-Asa pulang ke Indonesia untuk menjenguk orang tua dan saudara-saudara kami. Entah karena kondisi kesehatan Asa yang kurang baik dan ditambah proses adaptasi dengan kondisi di Indonesia, Asa jatuh sakit. Beberapa hari demam tinggi dan muntah. Obat dari dokter yang kami kunjungi tidak banyak membantu memperbaiki kondisinya. Akhirnya atas saran dari Dr. Ketty saya membawa Asa ke Medistra supaya bisa diobservasi. Dr. Ketty sendirilah yang menangani Asa. Setelah diberikan infus dan pengobatan lainnya, demam dan rasa sakitnya Asa mulai terkendali. Setelah beberapa hari tidak tidur, rasanya lega dan senang sekali melihat Asa bisa terlelap. Setelah itu saya baru tahu kalau sebenarnya dr. Ketty seharusnya sudah lepas jaga. Tetapi dia memilih untuk tinggal di RS agar bisa langsung memberikan perawatan untuk Asa. Saya tidak bisa menjelaskan bagaimana besarnya rasa terima kasih saya untuk dokter Ketty. Dia mengalahkan rasa cape dan penatnya demi menolong anak saya. Manusia yang sangat luar biasa. Tanggal 3 April 2020 adalah salah satu hari yang sangat kelam buat saya. Setelah seminggu berjuang melawan Covid, dr. Ketty berpulang ke Penciptanya. Begitu banyak orang yang bersedih dan merasa kehilangan dengan kepergiaannya. Sama seperti saya, orang-orang ini saya rasa adalah orang-orang yang pernah disentuh dengan kebaikan dr. Ketty semasa beliau hidup. Di mana pun beliau berada semangat menolongnya selalu hidup. Dalam keluarga besar suami saya, beliau adalah salah satu orang yang merekatkan ikatan kekeluargaan kami. Dr. Ketty bagaikan sebuah pohon. Ketika beliau hidup, dia memberikan naungan untuk banyak orang. Menanamkan benih-benih kebaikan dibanyak hati yang dia sentuh. Semoga bibit-bibit itu akan tumbuh menjadi banyak pohon kebaikan yang baru. Selamat jalan dr. Ketty. Sampai kita berjumpa lagi, kakakku"
Kenal dengan mendiang? kirim testimoni anda semasa hidup dengan mendiang disini:

*Proses pengiriman testimoni akan menggunakan nomor hp yang terdaftar di WhatsApp untuk verifikasi