Prof. dr. Iwan Dwiprahasto MMedScPharm, PhD

Prof. dr. Iwan Dwiprahasto MMedScPharm, PhD

Dokter

Berpulangnya Prof dr Iwan Dwiprahasto MMedScPharm, PhD (58 tahun), merupakan sebuah kehilangan besar yang berarti, baik secara personal maupun profesional bagi mahasiswa, kolega-mitra kerjanya, teman dan keluarga besarnya. Prof Iwan memberikan kontribusi penting bagi pengembangan di tingkat Departemen Farmakologi dan Terapi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK), Universitas Gadjah Mada (UGM), serta negeri tercinta ini.

Sebagai personal, Prof Iwan dikenal dengan karakternya yang rendah hati, dan selalu menghargai orang lain dari berbagai kalangan masyarakat. Ia senang menyapa setiap orang yang dijumpainya dengan senyumnya yang khas, menyejukkan hati dan sapaah ramahnya. Tutur katanya yang halus namun tegas menjadi jurus utamanya dalam menghadapi berbagai situasi kritis sekalipun. Misalnya ketika menanggapi reaksi mahasiswa yang dialaminya ketika menjalankan amanah sebagai Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan di Fakultas dan Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan di UGM, ataupun di forum-forum nasional yang dipimpinnya dalam pembahasan mengenai kebijakan obat dan teknologi. Selingan gurauan segar yang sering dilontarkannya menjadikan setiap interaksi dengan Prof Iwan selalu terasa segar, menyenangkan, dan mengesankan.

Sebagai profesional, Guru Besar FK-KMK UGM di bidang farmakoepidemiologi, Prof Iwan adalah karakter dosen yang sangat dicintai oleh mahasiswanya. Ia selalu bersemangat untuk menyampaikan berbagai konsep yang sulit menjadi sesuatu yang mudah dipahami dan menyenangkan. Ia senang berbagi ide dan inspirasi untuk orang lain. Baginya, tidak ada predikat yang lebih membanggakan selain terpilih sebagai Dosen Favorit di kalangan mahasiswa tingkat Sarjana. Kesibukannya yang tinggi dalam menjalankan berbagai peran nasional dan pembicara di berbagai seminar, tidak membuatnya menomorduakan mahasiswa. Ia memiliki cara khusus yang membuat mahasiswa sarjana-magister lulus tepat waktu, dan mahasiswa doktoral bimbingannya lulus dengan banyak karya publikasi. Di hatinya, mahasiswa selalu nomor satu. “Dosen itu harus selalu baik, mengutamakan mahasiswa, supaya kita selalu didoakan juga oleh mahasiswa”, begitu pesannya. Sebuah pesan sederhana, namun penuh makna yang mendalam.

Ia juga meninggalkan sejumlah peran dan karya penting di tingkat nasional. Kepakarannya di bidang farmakoepidemiologi dan kedokteran berbasis bukti (evidence-based medicine/EBM) membuatnya dipercaya oleh Kementerian Kesehatan, Badan Pengawasan Obat dan Makanan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, lembaga pengelola asuransi lainnya dalam memimpin penyusunan formularium obat, mengevaluasi obat, melakukan analisis teknologi kesehatan. Selain itu ia juga aktif di jejaring institusi di bidang EBM, kebijakan keselamatan pasien serta memimpin ikatan ahli farmakologi Indonesia (IKAFI). Gairahnya di bidang pendidikan memberikan kontribusi besar pada forum-forum pendidikan di Indonesia. Bahkan sampai dengan akhir hayatnya dalam perawatan di rumah sakit, ia masih sempat menyampaikan permohonan maaf tidak dapat hadir dalam rapat sosialisasi revisi kurikulum Kedokteran di FK-KMK UGM yang dipimpinnya. Sebagai peneliti, Prof Iwan meninggalkan banyak rekam jejak dan kenangan sebagai dosen dengan publikasi internasional terbanyak di Fakultas pada tahun 2019.

“Apa yang dilakukan oleh dua orang guru besar yang satu rumah?”. Pertanyaan ini seringkali kami terima. Sebagai suami dan ayah dari Putri Karina Larasati, Prof Iwan adalah figur seorang ayah yang sangat penyabar, selalu ingin menyenangkan hati keluarga dan keluarga besarnya, selalu ingin menolong sesamanya. Keluh kesah tak pernah terucap dari bibirnya, dan wajahnya senantiasa memancarkan sinar dari lubuk hatinya yang tulus. Gelak tawa senantiasa memenuhi suasana di rumah setiap kali Prof Iwan menginjakkan kakinya di rumah yang telah dihuni selama lebih dari 30 tahun. Menonton TV program dunia binatang dan acara Cak Lontong menjadi kegemarannya bersama keluarga. Demikian pula dalam acara-acara keluarga besar dan reuni dengan teman-temannya, ia menjadi pusat perhatian dan kegembiraan mereka. Dua tahun terakhir, jiwa sosial dan hobi keluarganya menjadikan Prof Iwan banyak mendukung konser musik yang dilakukan di rumah kediamannya ataupun di gedung pertunjukan. Ia juga beberapa kali tampil membacakan puisi yang ditulisnya sendiri.

Kami, kita, kehilangan seorang akademisi yang dengan kepakaran ilmunya, gairah dan kepiawaian penyampaiannya, kecintaan pada profesi sebagai dosen, mahasiswa dan negerinya telah berupaya memberikan yang terbaik untuk negeri tercinta ini. Semoga inspirasinya selalu hidup di tengah-tengah kita. Mohon dimaafkan segala khilafnya.
---





Prof Iwan Dwiprahasto lahir 8 April 1962 di RS RKZ Surabaya, merupakan putra kelima keluarga Oetomo Moestidjo. Beliau memulai pendidikan di TK Hang Tuah Surabaya, lalu melanjutkan di SD Serayu, SMP Negeri 8 dan SMA Negeri 1 Yogyakarta, dan menamatkan kuliah di Fakultas Kedokteran UGM. Selepas itu, pendidikan lanjutan diperoleh dari University of Newcastle Australia dan the London School of Hygiene and Tropical Medicine, UK. Ia dikukuhkan sebagai Guru Besar pada tahun 2008.

Ditulis oleh istri almarhum, Prof dr Adi Utarini, @adiutarinimusik.

Testimoni:

Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU., ASEAN Eng, Rektor Universitas Gadjah Mada1
"Seluruh sivitas akademika dan seluruh keluarga besar Universitas Gadjah Mada sedang berduka. Pada hari ini guru kami, pemimpin kami, dan salah satu putra terbaik Universitas Gadjah Mada dan Indonesia telah dipanggil oleh Tuhan Yang Maha KuasaBagi UGM, sumbangsih Beliau begitu besar, baik bagi pengembangan universitas dengan aktifnya Beliau sebagai pimpinan fakultas dan universitas selama bertahun-tahun. Selama hidupnya Prof. Iwan Dwiprahasto kita kenal sebagai sosok yang santun, selalu berbicara lemah lembut, disiplin, dan solutif dalam menghadapi berbagai persoalan. Kehilangan atas kepergian Beliau adalah kehilangan yang sangat mendalam bagi keluarga besar UGM. Namun, almarhum telah meninggalkan banyak kebaikan selama hidupnya, yang perlu dilanjutkan oleh para penerusnya di UGM. Sivitas UGM memiliki tugas yang cukup berat untuk mampu meneruskan perjuangan Beliau, mengembangkan ilmu yang telah Beliau tinggalkan, dan meneruskan memajukan UGM. Marilah kita berdoa semoga Allah SWT memberikan ampunan atas dosa-dosa almarhum, melipat gandakan amal ibadah almarhum dan memberikan tempat yang paling mulia. Kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan ketabahan iman dalam menghadapi cobaan yang berat ini."


Dr Maria Endang Sumiwi, MPH., Health Specialist for Malaria & HIV/AIDS, UNICEF Indonesia2
"How someone you crossed path with affecting your life. Saat menuntut ilmu dulu di Jogja, Prof Iwan Dwi Prahasto mengajar mata kuliah Epidemiologi Klinis dan Metodologi Penelitian. Nggak semua guru bisa membawamu masuk dalam pengertian-pengertian baru yang mengubah caramu melihat fakta-fakta. Prof Iwan bisa. Betapa kagum pada kepintarannya dan dunia baru yang ditunjukkannya. Saat menuntut ilmu dulu di Swedia, bersamaan dengan Prof Uut hendak mempertahankan disertasi S3, Prof Iwan mendampingi dengan setia. Setelah makan malam bersama di rumah Pak Yusuf Jauhari, pelatih badminton yang selalu menjadi tuan rumah acara makan mahasiswa Indonesia, Prof Iwan berlutut memperbaiki tali sepatu Prof Uut yang rupanya belum terpasang baik. Prof Iwan sangat halus, hampir seperti Romo Kardinal Suharyo. Selamat jalan Prof. Iwan. Salam hormat kami. Beristirahat dalam damai Tuhan. Semoga keluarga Prof Uut dikuatkan. Amin."

Cuitan @tissayn di Twitter: "Prof Iwan bukan Cuma angka dalam update informasi tentang COVID-19. Di antara mereka yang meninggal selama pandemi ini ada guru, spesialis, ahli pencari nafkah, orang tua, yang terkasih dan seterusnya."

Cuitan @novemberdad di Twitter: "Pagi ini, peneliti terbaik yang juga professor favoritku di kampus, Prof Iwan Dwiprahasto, kalah dari perangnya melawan COVID-19. Simpati terdalam dariku. Kita berpisah dari guru tercinta kita dalam duka."

Dr. dr. Ghea Pandita S, MKes, SpS3: "Alhamdulillah beruntung sekali saat S2 dulu ditakdirkan Allah mendapatkan bimbingan langsung dari Prof Iwan dan selama beberapa tahun menjadi asisten Beliau di Clinical Epidemiology & Biostatistics Unit (CE & BU) FK UGM / RSUP Dr. Sardjito. Beliaulah yang pertama kali mengenalkan ilmu Epidemiologi Klinis & Evidence Based Medicine (EBM), sekaligus mendorong untuk melanjutkan sekolah lagi.

Pembelajaran Prof Iwan selalu dibawakan dibawakan dengan sederhana, tetapi dengan pemahaman yang dalam. Salah satu yg melekat terus dalam ingatan adalha nasehat Beliau yg disampaikan dg santai, “Besok di akhirat kita semua sebagai klinisi akan mendapatkan tambahan pertanyaan dari Allah. Kenapa kok mengobati pasien dengan obat A, atau kenapa mendiagnosis dengan metode B, atau kenapa menyampaikan informasi versi C. Apa dasarnya? Sebagai klinisi, selain harus paham tentang mekanisme biologis suatu penyakit, kita juga harus paham tentang ilmu Epidemiologi Klinis dan EBM, supaya bisa menjawab pertanyaan Allah itu”.

Kita harus punya kemampuan mengkritisi dan memilah keputusan klinis mana yang terbaik dan sesuai untuk pasien kita saat itu. Karena setiap pasien itu punya karakteristik yang unik. Jadi meskipun penyakitnya sama, karena pasiennya berbeda, rekomendasinya bisa berbeda dan semuanya harus berdasarkan rujukan yg shahih. Seperti menjalankan perintah agama, menjalankan profesi juga begitu.

Masih ingat juga dulu Beliau sering minta digantikan memberi kuliah karena sibuk atau meminta saya menjadi pembicara di acara-acara tertentu dan seringnya mendadak. Kalau saya mencoba menghindar karena kemampuan yang pas-pasan dan takut mengecewakan, Beliau selalu bilang, “Pasti bisa, asalkan belajar”. Kalau saya tanya, “Kok mendadak?” Sambil santai Beliau menjawab, “Sengaja. Supaya selalu belajar.” Beliau sepertinya paham, kalau tidak ada keperluan, saya tidak rutin belajar.

Sekitar empat hari sebelum sakit Beliau memberat, saya sempat telepon ingin meminta Beliau menjadi reviewer di jurnal FK UHAMKA tetapi tidak diangkat. Tidak tahu kalau Beliau sedang sakit. Besoknya Beliau kirim WA dan minta maaf baru respon karena sudah beberapa hari tidak enak badan. Dalam pesannya, Beliau menyampaikan kesediaan membantu. Sifat Beliau yang tidak pernah berubah adalah selalu “Nguwongke” orang lain dan selalu berusaha membantu. Padahal siapalah saya dibandingkan dengan posisi Beliau yang jauh di atas. Ternyata, itu adalah komunikasi terakhir Beliau dengan saya.
Selamat jalan Guru terbaikku. Semoga ilmu-ilmu yang diberikan selalu menjadi contoh yang baik dan teladan yang ditiru. Barang siapa mengajarkan ilmu, maka dia mendapatkan pahala orang yang mengamalkannya, tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun."

1https://ugm.ac.id/id/berita/19179-guru-besar-fkkmk-ugm-tutup-usia
2https://web.facebook.com/endang.sumiwi
3https://www.facebook.com/gea.pandhitas
Dini Meze Semarang Jawa Tengah - Saturday, September 5, 2020
"Prof Iwan orangnya kalem ,murah senyum, suka menolong. Selamat jalan Prof Iwan semoga pintu surga selalu terbuka untukmu."
dr. Maria A Witjaksono, MPALLC - Saturday, September 5, 2020
" Prof Iwan bukan saja teman satu angkatan yang baik namun seorang promotor yang bijaksana, selalu memberi jalan untuk mengatasi masalah, memberi semangat , dan rendah hati. Senyum dan gaya bicaranya membuat adem dan semua menjadi lebih mudah. Prof Iwan seorang yang rapi dalam segala hal. Semua well organized. Trimakasih Prof Iwan untuk ilmu dan bimbingannya..untuk teladan kesederhanaan dan selalu siap menolong..jasamu akan selalu kukenang.Beristirahatlah di kedamaian abadi kupu2 indahku..."
dr.Wid Patria, SpS - Saturday, September 5, 2020
"Tak ada kata kata lagi untuk mengungkapkan isi hati ini untuk Prof Iwan DP, teman satu angkatan, teman belajar, bahkan rumahnyapun serasa rumah sendiri, sang ibunda juga berasa ibunda sendiri, keberadaan iwan selalu dirindukan bila kita berkumpul, selalu ada solusi dari iwan bila ada masalah, selamat jalan sahabatku, hanya Allah SWT lah yang sanggup membalaskan segala kebaikanmu, semoga sahabat ditempatkan ditempat yg mulia disisi Allah SWY... Amiiin YRA."
Bustanul Arifin (Ury) - Saturday, September 5, 2020
"Dear Prof. Iwan,Terima kasih banyak atas semua ilmu pengetahuan yang telah Prof. Iwan sampaikan kepada kami.Semasa kuliah S2 IKD"
Mei Neni Sitaresmi -FK KMK UGM - Saturday, September 5, 2020
"Prof Iwan, salah satu senior favorit saya. Beliau kalem, serius tapi dengan senyum, dan pendengar baik, menghargai lawan bicara, kalau bicara sangat berisi dan humor nya, Ya Allah membuat semua tertawa/ dan mencairkan suasana. banyak Karya dan dedikasi beliau dalam bidang Tridarma PT dan juga contoh yg humanis. Insha Allah banyak amal jariah yang mengalir ke beliau."
Awalia Febriana - Saturday, September 5, 2020
"Guru kami, panutan kami, tempat kami saat ini ingin menjalankan hal2 dan contoh yang beliau berikan. Mengobati pasien dengan rasional dan berbasis bukti, menghormati semua insan tanpa memandang bulu. Dan memberi kejutan indah yang membuat bahagia termasuk sharing cerita heroik sangaat menyelesaikan studi S3 diluar dengan "lucu dan gaya yang menarik dan down to earth" plus masih dikasih sangu uang saku beliau juga. Insentif indah buat jajan eskrim dan buku buat anak2 kami. Maklum sekolah bawa anak2 yang sudah besar hidup di negara yang tidak semurah di Indonesia."
Dr. Heni Kusumawati, M.Pd. (Universitas Negeri Yogyakarta) - Saturday, September 5, 2020
"Saya pertama kali mengenal Prof. Iwan saat sama2 menjadi tim POKJA SBMPTN thn 2013. Waktu itu saya agak sungkan karena beliau WR 1 sedangkan saya dosen biasa dari PTN lain. Namun karena saya dan teman2 sering satu pesawat ketika pulang dan pergi, akhirnya kami sering ngobrol dan bercanda.. sosoknya yang ramah dan rendah hati membuat kami merasa nyaman.. bahkan ketika sedang menyampaikan presentasi selalu dibumbui dengan lelucon yang membuat suasana tidak tegang.. Senyumnya yang khas dan keramahannya membuat siapapun yang berbicara dengan beliau pasti merasa senang. Beliau tidak pernah menggurui (meskipun beliau guru besar), namun sangat menghargai orang lain siapa pun itu.Pertemuan saya dengan Prof. Iwan ternyata berlanjut meski sudah tidak di POKJA lagi. Keluarga saya dan Prof. Iwan semakin dekat dan rasanya sudah seperti saudara.. karena istri beliau Prof. Adi Utarini dan anak saya bermusik bersama. Bahkan Prof. Iwan sering juga tampil menyanyi bersama kami.. sungguh kenangan yang tak terlupakan..Secara Pribadi saya dan keluarga sangat kehilangan sosok Prof. Iwan.. Apa yang dilakukan untuk keluarga kami yang notabene bukan siapa2 sungguh luar biasa.. Terimakasih Prof. Iwan kami akan terus mengenang kebaikanmu dan akan selalu mendoakanmu.. Selamat jalan Prof. Iwan semoga mendapatkan tempat terbaik disisi Allah SWT. Aamiin YRA."
Ike Kusumawati - Saturday, September 5, 2020
"Sungguh sebuah anugerah dapat mengenal beliau yg rendah hati dan baik hati. Doa kami sekelg smoga tenang di alam keabadian dan bahagia dlm kekekalan..amin."
dr.Kartini Lidia, M.Sc - Saturday, September 5, 2020
"Prof Iwan bukan hanya jadi guru tapi jadi teladan, pemberi semangat..setelah konsultasi penelitian tesis saya, selalu sampaikan jangan lupa publikasi ya..penelitianmu bagus..semangat dan sukses ya..Selamat jalan Prof Iwan..Semoga diberikan tempat terbaik dari Yang Maha Kuasa.."
Fitri Haryanti - Saturday, September 5, 2020
"Prof Iwan Guru terbaik bagi saya dan keluarga ... Banyak ilmu yang saya dapatkan dengan kesempatan mengenal beliau. Inshaa Allah menjadi shodaqoh jariyah yang terus menerus mengalir pahalanya. Terima kasih banyak prof... jasa jasa prof tak terlupakan"
Nia - Saturday, September 5, 2020
"Sampai di akhir hayatpun beliau adalah guru bagi kami yang merawatnya, belajar pantang menyerah dan mengajari kami untuk terus belajar akan hal baru, mengajari manajemen, kolaborasi dan ketulusan hati"
Ni Luh DKN - Saturday, September 5, 2020
"Prof. Iwan merupakan senior yg juga merupakan kekasih sahabat saya Uut dulu saat pertama kali magang di Farmako Klinik...banyak pelajaran hidup yg diajarkan disana berupa perjuangan...ketegaran...rasa syukur dan kepasrahan dlm menjalani hidup...merupakan modal saya dlm menjalani hidup hingga bisa keluar dr kesulitan sampai saat ini...selamat jalan mentor sejati...semoga berbahagia bersama Sang Pemilik Jiwa di sana...hanya masalah waktu...kami tentu akan menyusul kemudian.....tiada yg abadi....karya kebaikan dan prestasi Mas Iwan akan selalu dikenang...Amin...Svaha doa terbaik untuk Mas Iwan...Gaurangga"
Prof. Ari Probandari, dr, MPH, PhD. - Saturday, September 5, 2020
"- Sejatinya kehidupan itu adalah kumpulan kenangan - Prof Iwan meninggalkan kenangan atas keteladanan sebagai peneliti hebat yang selalu mendedikasikan pekerjaannya untuk kepentingan bangsa dan negara. Pertemuan terakhir dengan beliau sangat jelas menyiratkan pesan itu untuk saya; suatu amanah agar saya melakukan penelitian untuk kemanfaatan masyarakat Indonesia. Terima kasih Prof atas keteladanan yang tak pernah lekang. Selamat pulang ke tanah air surga. Doakan kami semua yang masih dalam peziarahan kehidupan."
Sari Mutiarani - Saturday, September 5, 2020
"Alm Prof Iwan selalu jadi tempat saya meminta saran dan pendapat beliau dalam berbagai masalah yang terjadi dalam proses perkembangan Fornas. Beliau selalu bersikap rendah hati, senang menyenangkan hati org lain dan sll menghargai pendapat orang lain serta sll punya cara yang menyenangkan utk mengajari tanpa menggurui."
Abhishek Royal - Saturday, September 5, 2020
"I have not directly been in touch with Prof. Iwan, But I have read and heard a lot about him and his work. As best said that a person's value is best known by his work and others' words about him after his transition to the immortal world. Whenever I see Prof Adi and their kids, I imagine the immense strength of personality that Prof Iwan had which has been imparted to his family. The loss is irreplaceable but he will be alive in our memories due to his work and words.... He will always be alive in the inspirational work of Prof. Adi and their family. May his soul rest in peace and his life and his family's strength continues to inspire everyone of us till the end of the time....I pray for the best healing of the family and loved one...."
Luky Firman - Saturday, September 5, 2020
"Saya mengenal Prof Iwan sbg sosok yg baiik hati .. lucuu ..rendah hatii..Saya ingat wkt beliau bezoek ke rumh bpk saya..ngobrol sampai bpk saya ketawa terbahak bahak...Bener2 peristiwa langka"
Jodi Visnu - Saturday, September 5, 2020
"Seorang guru yang selalu memberi dukungan murid-muridnya untuk maju dan penuh dengan kerendahan hati untuk memberikan pujian kepada siapa saja. Saya kira, semua orang memiliki kesan yang sangat baik terhadap beliau. Kepergiannya memang menyisakan duka yang mendalam, tetapi semangat yang diberikan olehnya akan selalu abadi dan dikenang sepanjang masa."
Khairul Abidin - Saturday, September 5, 2020
"Selamat jalan guru kami, terimakasih telah mendidik kami dengan baik. Semoga ilmu yang engkau berikan kepada kami akan menjadi amal jariah kebaikanmu dan semoga engkau masuk ke dalam Jannah NYA.. amin ya rabbal alamin."
Prof. Dr.Eng. Khairurrijal - Saturday, September 5, 2020
"Saat itu saya menghadiri acara di sebuah hotel di Yogya. Sudah masuk liburan akhir tahun dan hari Sabtu. Acara berlangsung hingga sekira pukul 14. Saya dan dua kolega akan pulang ke Jakarta selesai acara tsb. Prof. Iwan, kami tahu saat acara tsb, adalah Wakil Rektor UGM dan menjadi salah seorang narasumber. Beliau menanyakan kami akan ke mana? Kami sdh memanggil taksi 30 menit dan tak kunjung tiba. Langsung beliau menawarkan dan meminta kami masuk sambil menjelaskan bahwa hari itu memang macet parah. Beliau akan membawa kami menyusuri jalan tikus menuju bandara Adi Sucipto. Alhamdulillah... kami sudah pasrah saat itu dgn keadaan karena sejam lagi pesawat boarding. Di mobil beliau menanyakan apakah kami semua sudah online check in. Alhamdulillah sudah. Beliau pun menghibur kami yang masih deg-degan. Tenang kalau begitu hibur beliau. Insya Allah kita akan tiba di bandara 10-15 menit sebelum boarding. Tak banyak orang yang tahu jalur tikus kita. Di dalam perjalanan yang sekira 45 menit tsb beliau terus bercwrita dan sesekali diselingi humor. Kami oun larut dalam senang bahagia. Tak terasa beliau bilang 10 menit lagi kita akan tiba di bandara dan pas 10 menit sebelum boarding. Alhamdulillah kami pun tiba. Luar biasa kebaikan mas Iwan yang kami belum mengenal sebelumnya. Kami tetap mengenangmu serta kebaikanmu."
Yodi Mahendradhata - Saturday, September 5, 2020
"Prof Iwan adalah sosok role model akademisi kedokteran yg sulit tergantikan. Beliau selalu up to date dg perkembangan evidence terkini; mampu menjelaskan hal rumit secara sederhana; dan piawai dlm memecahkan masalah kompleks dg memberi solusi yg elegan, logis dan dapat diterima oleh banyak pihak. Insya Allah amal jariyah beliau akan mengalir terus pahalanya dan semoga Allah SWT memberi almarhumah tempat yg mulia disisi-Nya. Amin YRA"
Hary Sanjoto - Saturday, September 5, 2020
"Beliau adalah guru, sahabat, dan "kakak" buat saya. Sulit bagi sy menyebut bagaimana beliau itu di kampus, di kantor atau sekedar bertemu di satu tempat. Senyum selalu mengembang setiap bertemu dimanapun..Bagi sy beliau masih ada dan selalu ada dalam kepala saya.Sugeng tindak Mas Iwan. Insyaallah khusnul kotimah. Amiin Amiin Amiin YRA."
Raisha Hamiddani S. - Saturday, September 5, 2020
"Semoga ilmu Prof. Iwan utk kami para mahasiswa nya menjadi amal jariyah yang sangat besar. Aamiin"
Gandes RR - Saturday, September 5, 2020
"Prof Iwan Terima kasihProf telah memperkenalkan banyak dari kami pada visi hidup yang kuatProf telah menginspirasi banyak dari kami untuk mencintai pengetahuan dan kebenaranProf telah banyak mencerahkan waktu-waktu kami dengan berbagai pelajaran berharga Prof telah membagikan kebijaksanaan dengan kerendahan hati yang selalu tampak dan mudah dimengertiSemoga Prof beristirahat dengan damai dalam pelukan Tuhan di surga.Amin"
Sinta Kristanti - Saturday, September 5, 2020
"Prof Iwan, salah satu guru besar di Fakultas Kedokteran UGM yang kami hormati, banggakan dan segani. Kontribusi yang luar biasa telah beliau sumbangkan bukan hanya di lingkungan Fakultas tapi juga di Universitas Gadjah Mada serta pendidikan Kedokteran di Indonesia. Beliau menempatkan diri sebagai ‘Bapak’ bagi semua civitas akademia muda di lingkungan UGM. Beberapa kali saya berkesempatan sowan kerumah beliau karena Prof Adi Utarini adalah Promotor s3 saya dan kami bekerja bersama dengan Prof Uut dalam berbagai event. Suatu waktu Prof Uut sangat sibuk sehingga hanya ada waktu bimbingan setelah magrib. Selesai bimbingan sekitar pukul 8 malam dan Prof Iwan baru kondur dari kantor dan membawakan kami martabak ... beliau ngendiko: ayo dimakan ya, habis bimbingan mesti lapar to? kalo tidak mau makan disini ya dibawa pulang ya, kan sudah saya bawakan. Senyuman, sapaan, jabat tangan hangat serta semua guyonan yang senantiasa menghangatkan suasana selalu kami ingat. Ilmu padi dimana semakin berisi semakin merunduk dan membumi, betul-betul kami pelajari dari beliau. Sosok Guru Besar yang ‘sudah lenggah/duduk’ yang tidak mengejar hal-hal untuk diri sendiri namun sibuk memikirkan dan melakukan hal untuk sesama dan komunitas yang lebih luas, sosok guru besar yang kami sayangi, istirahat yang tenang Prof ...."
Dita Maria Virginia - Saturday, September 5, 2020
"Prof Iwan merupakan seorang pendidik yang humanis dengan semangat nasionalisme yang tinggi..pada setiap bimbingan, beliau selalu menyempatkan bercerita mengenai keluarga dan pekerjaannya, serta pengalaman beliau sebagai pendidik..Semangat Prof. Iwan akan senantiasa saya ingat dan saya aplikasikan..terimakasih Prof Iwan"
Apt, Arif Yusuf Wicaksana, M.Sc - Saturday, September 5, 2020
"Almarhum Prof Iwan memberikan banyak pelajaran kepada saya terutama terkait dedikasi dan profesionalitas dalam mengajar.Metode mengajar dengan pendekatan by cased menggunakan frekuensi yang mudah diselingi sedikit komedi sungguh sangat membekas di dalam diri saya.Masih ingat sekali keramahan beliau dengan sedikit candaan ketika saya ditanyakan mau mengambil judul thesis apa, mungkin juga akan diingat oleh rekan minat farmakologi program studi biomedis UGM."
Indri Wibowo - Saturday, September 5, 2020
"Selamat jalan mas Iwan, smiling brother, yang selalu rendah hati"
Rizaldy Pinzon - Saturday, September 5, 2020
"Prof Iwan adalah sosok guru yang menginspirasi. Beliau mampu menyampaikan hal-hal yang rumit dengan sangat sederhana dan mudah dipahami. Kami beruntung pernah berinteraksi dengan Prof Iwan sebagai murid. Terima kasih Prof Iwan atas semua suri teladan dan ilmu yang diajarkan. Kenangan akan Prof Iwan akan selalu lekat di sanubari kami. The good teacher explains. The superior teacher demonstrates. The great teacher inspires. Prof Iwan was a great teacher."
Susie D ... MV B43 Yogya - Saturday, September 5, 2020
"Saya kenal prof Iwan sebagai pribadi yang sederhana, selalu rapi dan penuh senyum.. yang sy paling ingat alm waktu menyanyi .. yg tidak pernah saya duga...pada waktu saya ikut romb suami ke Bontang.. ternyata suara alm itu empuk dan enak ditelinga.. selamat jalan prof Iwan semoga damai dan bahagia di alam keabadian."
Tri Utami - RSA UGM - Saturday, September 5, 2020
""Prof. Iwan Dwiprahasto, sosok pemimpin yg pantas diteladani. Beliau sangat bersahabat, penuh semangat, ceria dan memiliki emphaty tinggi terhadap orang2 disekitarnya. Banyak sekali kenangan bersama beliau, kami sama2 memulai karir dan bekerja di Farmakologi Klinik FK UGM, beliau ilmuwan yg kliatan sangat serius, ttp dibalik itu sebenarnya beliau juga sosok yg sangat humoris.... bahkan çandaan dan istilah2 khas yang beliau lontarkan sampai sekarang masih terngiang-ngiang dalam ingatanku. Prof Iwan yang baik hati, kau adalah salah satu hamba yang disayangi Allah.... kau pergi sendirian dalam sepi menghadapNya, tidak ada saudara dan sahabat yang mengantarmu ke peristirahatan yang terakhir. Namun percayalah.... dari jauh kami semua pasti selalu mengirimkan doa yang terbaik untukmu, dan kamipun percaya akan janji Allah bahwa yang hamba diwafatkan pada saat terjadi wabah, Inshaa Allah masuk dalam kategori mati shahid. Selamat jalan guruku, kakakku dan sahabatku, damailah kau di Surganya Allah, semoga suatu ketika nanti bisa bersama2 lagi dalam keluarga yang berbahagia bersama istri dan putrimu mbak Uut dan Putri. Aamiin Yaa Robbal'alamiin"
Ambar b arini - Saturday, September 5, 2020
"Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama....Kebaikan Anda selalu dalam kenangan indah kami , pak Iwan...moga pahala jihad menjadi payung di alam keabadian..."
Anggi Minarni - Saturday, September 5, 2020
"Saya mengenal pak Iwan sejak beliau masih dosen muda, belum sekolah ke luar negeri. Pribadi pintar yang santun, ramah, bisa kocak, tidak sok jaim, rendah hati dan auranya selalu positif. Kami sama-sama penyayang anjing. Ketika anjing yang beliau sayangi mati, pak Iwan begitu sedih sampai tak ingin lagi memelihara anjing baru. Pak Iwan juga jago dalam hal makanan enak. Tauuu aja di mana ada makanan enak, sampai bolang-balingpun beliau tahu di mana pembuatnya. Pak Iwan sosok yang selalu mengesankan secara positif. Kepergian pak Iwan meninggalkan pedih yg menyayat hati, namun saya percaya pak Iwan kini telah berada dalam kebahagiaan abadi."
Kirana Nadya - Saturday, September 5, 2020
"Setelah kepergian beliau, saya banyak membaca kesan - kesan dan cerita positif tentang beliau, ternyata om iwan benar - benar pribadi yang luar biasa. Sosok panutan dan kesayangan banyak orang. Tidak hanya keluarga yang merasa sangat kehilangan, ternyata orang lain pun merasakan hal yang sama. Keramahan, kebaikan, canda tawa yang hangat, tutur kata yang lembut, wejangan sederhana namun penuh makna, kerendahan hati beliau, ringan tangan membantu orang, semua tindak tanduknya amat sangat patut dicontoh.Dear om iwan, Terimakasih sudah menjadi paman yang amat sangat baik bagi kami ponakan-ponakanmu. Kami sangat menyayangimu. Semoga husnul khotimah om.❤"
Diyah ririen S - Saturday, September 5, 2020
"Dosen farmakologi saya yg paling baik, ramah, sama mahasiswa tidak menganggap lbh rendah, beliau dan istrinya sama sifat baik dan membumi nya. Semoga alm mendapat tempat yg layak di sisi Nya, aaamiiin"
Ova Emilia. Dosen FK-KMK UGM - Saturday, September 5, 2020
"Beruntung dapat mengenal prof Iwan sejak masa kuliah hingga bekerja. Sosok sederhana, lugas dlm pendapat namun tetap santun dlm menyampaikan. Suasana selalu cair bila ada profIwan. Menjadi asisten profIwan saat beliau menjd Wakil Dekan FK adalah pengalaman belajar banyak dari beliau. Andai semua pendidik seperti beliau..... benar2 selalu bisa menempatkan diri, persis spt pepatah Ki Hajar Dewantoro. Terimakasih pak Iwan, amal jariyah kagem panjenengan. Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang telah memanggilmu. Semoga Tuhan menempatkan pakIwan di tempat terindahNya. 🙏"
Alma Linggar Jonarta, Dosen FKG UGM - Saturday, September 5, 2020
" "Saya senang melihat semangatmu, mBak," kata-kata itu tidak akan terlupa seumur hidup saya. Sepuluh tahun yang lalu, Prof Iwan adalah orang pertama yang saya jumpai sebagai sesama penyintas Chronic Myeloid Leukemia. Semangat beliau menjalani "hidup baru" sebagai penyandang CML menjadi bekal spirit untuk melanjutkan hidup baru sambil membawa berkat istimewa dari Allah ini. Sudah terbayang sejak lama bahwa Prof Iwan sebagai pribadi istimewa dalam perjalanan hidup saya akan berkenan memberikan endorsement untuk buku saya sebagai peringatan 10 tahun terdiagnosis CML sekaligus usia 50 tahun. Namun, ternyata harapan itu pupus. Beliau lebih dahulu berpulang. Beliau adalah pengayom dan pelindung bagi komunitas para penyintas CML di wilayah DIY/Jawa Tengah bagian Selatan. Walau tidak berinteraksi langsung karena kesibukannya, beliau selalu diam-diam berkenan mensponsori kegiatan komunitas ini, baik secara finansial maupun non finansial. Keahliannya sebagai seorang dokter, ahli farmakologi dan sebagai orang penting di Jaminan Kesehatan Nasional menjadi jaminan ketenangan bagi kami para penyintas. Senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya itu seakan meneduhkan kegalauan kami sebagai penyintas CML (dan juga GIST). Beliau menang atas kanker yang dideritanya selama 18 tahun. Kepergiannya bukan karena kanker. CANCER NEVER BEATS HIM. Namanya telah tertulis pada deret teratas dalam pusara digital ini. Kepergiannya di awal pandemi memang amat menyakitkan. Namun kepergiannya juga mencambuk semangat bagi teman-teman dokter dan para peneliti untuk berusaha keras menyelamatkan lebih banyak kehidupan. Semangatnya hingga akhir hayatnya membakar kita semua. Kepergiannya tidak pernah sia-sia!! Perkenankan saya menulis satu ayat Alkitab yang terasa amat cocok menggambarkan Prof Iwan, walau beliau seorang Muslim yang taat. "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman""I have fought the good fight, I have finished the race, I have kept the faith"(2 Timothy 4:7). Ya, beliau telah menyelesaikan pertandingan dalam hidup dengan amat baik dan bermanfaat bagi umat manusia. Sumare kanthi tentrem Prof Iwan. Temanilah kami di dunia ini dengan doa dan senyummu dari Swarga Loka."
Ratna Setiawati - Saturday, September 5, 2020
"Prof. Iwan menjadi pembimbing tesis S2 saya. Disaat saya mendapat kesulitan dalam proses studi. Beliau menolong saya dan hal itu sangat berharga. Semoga Prof. Iwan diberikan kemudahan dan kelapangan dalam alam barzah. Semoga Prof. Iwan diampuni salah khilafnya oleh Allah SWT."
Andi Desi Ulfiani - Saturday, September 5, 2020
"Saya sangat bersyukur bisa menjadi salah 1 mahasiswa bimbingan akademik Prof Iwan. Di sela waktunya yang begitu padat, Prof Iwan selalu menyempatkan diri memberikan semangat dan motivasi untuk mahasiswanya. Hingga saya lulus pun beliau selalu memberikan motivasi untuk terus belajar dan sekolah lagi.Saya hanya satu dari sekian orang yang hidupnya berubah menjadi lebih baik karena beliau. Terima kasih Prof Iwan.. InsyaAllah Husnul Khotimah.."
Mohammad Juffrie - Saturday, September 5, 2020
"Prof Iwan adalah sosok yang ulet cerdas dan bijak, saya mengenal almarhum sejak masih pendidikan coass saya residen anak, sudah terlihat talentanya terutama dalam bidang organisasi. Saat almarhum menjadi wadek dan warek pendidikan banyak sekali terobosan terobosan dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Pengabdian sebelum almarhum menghadap ilahi almarhum bekerjasama dengan saya sebagai ketua KSA program doktor FKKMK. Banyak ide2 kami susun bersama untuk memajukan program doktor. Saya merasa punya kewajiban meneruskan dan mewujudkan ide tersebut. Selamat jalan prof Iwan jasamu akan tertulis di setiap sanubari muridmu teman sejawat sebagai pahlawan pendidikan."
dr. Erna Efiani - Saturday, September 5, 2020
"Beliau adalah guru yang luar biasa baiknya, low profile, jika mengajar selalu diselingi dengan canda tawa sehingga suasana kelas selalu cair.. selamat jalan Prof. Semoga prof.iwan dilapangkan kuburnya dan diampuni segala dosa-dosa.. aamiin.."
Susi Krisnawan - Saturday, September 5, 2020
"Dear Om Iwan yang hebat.. semoga perangaimu yg bijaksana, segala kebaikanmu yg tulus, semangat dan perjuanganmu khususnya di bid.kedokteran, dedikasimu di bidang pendidikan memberikan inspirasi banyak anak bangsa. Semoga Allah SWT memberikan tempat terindah di surga. Aamiin Yaa Rabbal Alamin..."
Fitrina Rachmadanty Siregar - Saturday, September 5, 2020
"Masih lekat dalam ingatan, di setiap sesi diskusi bimbingan thesis beliau selalu me-welcome saya dengan senyum, membimbing dengan penuh kesabaran, dan selalu mengakhiri pertemuan dengan berkata “semoga sukses selalu ya mba..”. Kabar sakitnya beliau diikuti berita duka kepulangan beliau cukup mengagetkan bagi saya. Bukan karena memang belum selesai saya dibimbing beliau, tetapi lebih kepada kehilangan guru hebat sebaik, seramah, serendah hati, sehumble beliau. Selamat jalan Prof Iwan, seluruh kebaikan Prof Iwan akan selalu terkenang di hati kami semua. Al fatihah..."
Yosef Wijoyo (Farmasi Universitas Sanata Dharma) - Saturday, September 5, 2020
"Mengenal Prof Iwan merupakan anugerah...beliau merupakan seorang inspirator bagi saya ...tidak hanya ilmu yang beliau bagikan...yang lebih penting beliau merupakan "Sang Guru Kehidupan" selama saya berproses dalam bimbingan disertasi periode 2012-2016...."bekerjalah dengan passion Anda pak Yosef"...itu salah satu kalimat yg selalu menjadi penyemangat saya dalam bekerja...saya meyakini bahwa saat ini Prof Iwan telah berada di tempat yang terbaik di SurgaTerimalah salam hormatku "Sang Guru Kehidupan" beristirahatlah dalam kedamaian ...."
Roro Elis - Saturday, September 5, 2020
"Saya pertama kali mengenal Prof Iwan saat melakukan penelitian kerja sama dengan mahasiswa FK UGM dan beliau saat itu menjadi WaDek bidang Penelitian dan Kerja sama kalau tidak salah, sekitar th 2004. Ramah, bersahaja. Selamat Jalan, Prof. Jasamu selalu dikenang"
Nunuk Purwanti FKG UGM - Saturday, September 5, 2020
" Saya mengenal almarhum Prof Iwan ketika beliau menjadi wakil rektor akademik dan kemahasiswaan UGM. Profesor yang baik hati, murah senyum, dan senantiasa ngendiko perbawa dengan menggunakan kaidah ilmiah yangbisa dibawa ke arah pemecahan masalah yang lebih aplikatif, solutif dan membumi. Aapapun permasalahan yang disampaikan dalam forum rapat senantiasa bisa diselesaikan dengan guyon. Belum pernah melihat almarhum kelihatan duko, senantiasa selalu senyum. Semoga budi baik almarhum Prof Iwan menjadikan ladang pahala yang akan melapangkan kubur, dan membawa Prof Iwan kelak ke dalam surga Nya. Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu anhu wakrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu, waghsilhu bilmai was salji, wal baradi, wa naqqihi minal khathaya, kama yunaqqas saubul abyadu minad danas. Wa abdilhu daran khairan min darihi wa ahlan khairan min ahlihi, wa zaujan khairan min zaujihi, wa adkhilhul jannata wa a’idzhu min adzabil qabri, wa adzabin nari. Aamiin Teruntuk Prof Uut dan dik Putri semoga senantisa diberikan kesehatan dan semangat untuk terus berprestasi"
Arie Soeratto - Saturday, September 5, 2020
"Mas Iwan adalah sosok yang sangat care, menyejukkan, mengayomi... sesibuk apapun beliau selalu ada untuk kita... Semoga amal kebaikannya menjadi penerang di alam kubur dan Allah memberikan tempat terindah di surga. Aamiin..."
Ratna Kusumawardhani - Saturday, September 5, 2020
"Rasanya tidak akan pernah ada habisnya membicarakan Iwan dgn kebaikannya kerendahan hatinya kepeduliannya terhadap siapapun dari berbagai strata ketulusanannya dalam membantu siapapun ditengah segudang masalah yg harus diselesaikan....Iwan sosok yg tidak pernah merasa hebat dan penting sosok yg lebih baik memenangkan orang lain sepanjang orang tsb akan merasa bahagia krn menyenangkan setiap org sudah menjadi prinsipnya.Kami sangat kehilangan..karena bagi kami Iwan adalah kamus obat dan kesehatan rasanya lega apabila semua pertanyaan kami ttg obat dan kesehatan telah dijawab..jawaban yg sungguh sangat menenangkan dan melegakan ditengah kepanikan...Selamat jalan Iwan..Allah telah memanggilmu pulang ..sedih dan sangat merasakan kehilangan..tapi kami percaya Allah akan menempatkamu ditempat terindah disisi Nya...❤️"
dr Joko Murdiyanto SpAn MPH - Saturday, September 5, 2020
"Bersyukur sekaligus beruntung bisa punya sahabat, sekaligus Guru saat beliau menjadi Pembimbing tesis saya di MMR FK UGM th 2005. Sosok yg santun, rendah hati, cerdas sekaligus agamis, dg senyum yg khas dan baju putih yg menjadi cirinya, In sya Allah seputih hatinya.Saat bimbingan tesis selalu memberi sesuatu diluar dugaan bisa dlm bentuk motivasi, berlembar2 referensi, stlh sekian lama “macet “ proses tesis saya, mendadak beliau telpon...dengan suara yg khas, lembut beliau menyapa... Pak Direktur kapan selesaikan tesisnya ? Sontak spt tersengat dan menambah energi yg luar bisa, tidak sampai 6 bln tesis akhirnya selesai, terima kasih Sahabatku, Guruku yg sdh memberi Teladan yang nyata sebagai guru sejati yang penuh arti.Dengan kepergian beliau selamanya tentu kehilangan akan sosok teladan dan sudah tentu itu ketentuan Ilahi Yang sangat Sayang kepada beliau.Selamat jalan sahabatku, Guruku, semoga Panjenengan syahid, di tempatkan di surgaNya Allah... Aamiin Ya Rabb’alamin"
Awalia Febriana - Saturday, September 5, 2020
"Guru kami, panutan kami, tempat kami saat ini ingin menjalankan hal2 dan contoh yang beliau berikan. Mengobati pasien dengan rasional dan berbasis bukti, menghormati semua insan tanpa memandang bulu. Dan memberi kejutan indah yang membuat bahagia termasuk sharing cerita heroik sangaat menyelesaikan studi S3 diluar dengan "lucu dan gaya yang menarik dan down to earth" plus masih dikasih sangu uang saku beliau juga. Insentif indah buat jajan eskrim dan buku buat anak2 kami. Maklum sekolah bawa anak2 yang sudah besar hidup di negara yang tidak semurah di Indonesia."
Bundi Kunto (Fak.Kedokteran Gigi UGM) - Saturday, September 5, 2020
"Saya biasa memanggil hanya dgn “Wan”. Saya mengenal dekat sbg adik dari sahabat saya waktu kuliah di fkg; juga sbg pengajar setia di prodi yg saya kelola. Yg luar biasa, Iwan adalah penyemangat saya dalam menjalani riset yg sudah berjalan 7 th dan belum ada tanda2 akan selesai. Pesan Iwan “sabar mbak, lakoni wae, demi UGM dian tidak boleh padam”. Met istirahat Wan.. terima kasih utk guyonan2mu yg selalu membuat saya ter-bahak2."
Wilma - Saturday, September 5, 2020
"Prof. Iwan sering menjadi Nara sumber penyusunan formularium termasuk formularium Jamkesda Kota Balikpapan...bangga rasanya bisa mengenal beliau. Selamat jalan Prof. Iwan...semoga Allah SWT memberikan tempat yang terbaik..aamiin"
Retno Danarti - Saturday, September 5, 2020
"Prof Iwan adalah sosok yang sangat santun, dengan wajah yang selalu bersinar dan penuh senyum, akan selalu membuat nyaman siapapun yang bertemu dengan beliau. Saya sangat beruntung menjadi murid Prof Iwan, dosen idola saya. Cara beliau mengajar betul-betul menyenangkan, diselingi humor, tetapi tetap serius dan membuat muridnya cepat paham. Satu peristiwa yang sangat melekat di hati dan tak akan pernah terlupa adalah ketika saya dipanggil oleh DGB FK-KMK, dan ketika sesi tanya jawab, beliau yang memulai bertanya...dan beliau membuka pertanyaan dengan...sayang sekali (yang langsung membuat hati bergetar takut)...kenapa baru sekarang mbak?..... Setelahnya beberapa kali berpapasan dengan beliau di kantor...beliau selalu menyapa...sudah sampai dimana usulannya mbak? saya doakan ya... Sapaan-sapaan Prof Iwan memang selalu menambah semangat. Hal lain tentang Prof Iwan dan Prof Uut yang ingin saya tulis adalah yang diceritakan oleh anak kami. Kebetulan anak kami adalah anggota GMCO (Gadjah Mada Chamber Orchestra), dimana Prof Uut adalah pembinanya. Ketika GMCO akan mengadakan grand concert...latihan-latihan mereka sering dikawal oleh Prof Iwan dan Prof Uut...beliau selalu membawakan makanan untuk anak2 GMCO. Komentar anak kami...seneng sekali kalau latihan...selalu ditungguin Prof Iwan dan Prof Uut...karena selalu dibawakan makanan:-). Banyak kenangan lain tentang Prof Iwan yang tak akan cukup dituliskan pada berlembar-lembar kertas.Selamat jalan Prof Iwan, semoga Allah SWT memberikan tempat yang indah dan mulia di sisiNya, semoga ilmua yang Prof ajarkan akan menjadi amal jariyah yang tak terputus pahala, insya Allah Prof Iwan husnul khotimah aamiin aamiin aamiin. Kepada Prof Uut dan mbak Putri ytc, semoga Allah selalu melindungi. aamiin aamin aamiin"
Glory Hapsara Suryandari - Saturday, September 5, 2020
"Prof Iwan adalah sosok seorang bapak yang penuh pengertian, selalu mau mendengarkan dengan sepenuh hati apapun yg kita sampaikan, dan hampir selalu memberikan solusi jika ada permasalahan dengan cara dan gaya beliau yg bisa diterima dan dipahami oleh berbagai ragam orang. Pribadi penuh humor, smile generator...Sosok yang menjadi terang bagi gelap, yang selalu menawarkan harapan di tengah kelelahan atau bahkan keputus asaan. Terima kasih sudah mau bersimpang jalan dengan saya dalam hidup ini, prof Iwan. Terima kasih untuk semua pelajaran yg telah dibagikan.Selamat berjalan ke arah yg lebih baik dan lebih terang. You'll be missed forever. Rest in love, prof 🙏"
Dr. dr Bagaswoto Poedjomartono Sp.Rad(K)RI, Sp.KN, M.Kes, FICA. - Saturday, September 5, 2020
"Kehilangan teman, sahabat, dosen yang rendah hati, tulus dan baik daalah merupakan kenangan yang tak bisa dilupakan. Semoga ajaran dan tinggalan beliau kepada anak didik, teman dan keluarga dapat menjadi acuan yg bermanfaat. Semoga beliau Prof Iwan Dwiprahasto husnul khotimah diterima disisi Alloh SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan iman dan taqwa. Amin YRA."
jajah fachiroh - Saturday, September 5, 2020
"Saya hanya sekali ikut kelas Prof Iwan, tapi dari semua yang mengajar hanya beliau yang materinya bisa menempel di kepala saya.Sisanya saya hanya bertegur sapa dengan beliau ketika berjumpa di koridor kampus. Beliau selalu menyapa, padahal saya merasa beliau tidak kenal saya (siapa saya?). Selalu menanyakan kabar saya, dan berbincang singkat. Dan selalu senyum ramah dan teduh, kadang disela guyonan ringan.Karena bu Uut relatif sering konser, saya pernah bergurau, "pak Iwan stand up comedy saja", dan beliau menyambut dengan tertawa lebar. Sayang kita makhluk fana, Gusti Allah lebih sayang dengan Pak Iwan.Saya belajar banyak dari keteladanan beliau (dan Prof Uut) dalam profesi dan pribadi. Semoga itu yang menjadi kekekalan."
Drg.Suryono,SH,MM,Ph.D - Sunday, September 6, 2020
"Assalamualaykum wr.wb.Semua dari kita akan kembali kepada Nya, hanya waktu dan tempat saja yang tidak kita ketahui. Almarhum Prof Iwan lebih dahulu menghadap sang Khaliq inshaallah karena bekal yang telah cukup....husnul khatimah..dan inshaallah kita semua akan demikian. Tiada kata atau ucapan yg bisa saya tuliskan untuk menggambarkan sosok guru yang cerdas, bijak dan sholeh....banyak kebersamaan dan ide cermerlang yg telah diwariskan kepada kami..hingga ide itu bisa kami wujudkan dalam kehidupan bermasyarakat..baik utk institusi maupun pribadi kami...inshaallah ilmu ..ide briliant ini senantiasa menjadi bagian amal jariah yg tak terputus yg akan mengantarkan almarhum ke Jannah kelak di yaumul hisab... mari kita senantiasa mendoakan almarhum agar damai disisi Nya... Al Fatihah...Aamiin"
Boi Anubowo Suharno - Sunday, September 6, 2020
"Om Iwan, sosok teladan keluarga, pintar dan sangat sibuk, tapi Om Iwan selalu ada untuk keluarga; di acara lamaran, kawinan, turun tanah, dan pada saat keluarga sedang sakit pun; Om Iwan selalu hadir meskipun Om Iwan punya banyak kegiatan.Pada waktu keluarga sedang sakit, keluarga selalu bisa telfon atau whatsapp Om Iwan dan selalu mendapatkan respon dan advice terbaik dari seorang dokter; jawaban tentang konsultasi penyakit, obat, dan semua jawaban dan advice Om Iwan selalu menenangkan dan memberikan semangat.Semoga Om Iwan shahid, dan Allah menempatkan Om Iwan di tempat terbaik di sisi Allah, Amin Ya Rabbal AlaminTerima kasih ya Om"
Rafialdo Arifian (FKKMK UGM 2017) - Sunday, September 6, 2020
"Saya sangat mengenal almarhum, beliau adalah seorang yang sangat menghargai, ramah, bijaksana. senyumannya selalu saya ingat, sejujurnya saya terpukul saat beliau pergi.Sebelum Prof Iwan pergi, beliau adalah dosen pembimbing saya.Saya selalu memberi support. Semoga Almarhum Tenang disana.."
Saleh Arifin - Sunday, September 6, 2020
"Alamrhum Prof Iwan orang yg sll tawadzu' , uluran tangan nya sll terbuka utk sesama . Sosok yg menyenangkan utk diskusi , bicaranya santun namun tegas di selingi guyonan yg membuat suasana segar di setiap komunikasi dg beliau . Banyak wawasan dan ilmu yg diperoleh dari almarhum meskipun kami bukan murid/ mahasiswa ataupun rekan kerja . Kita panjatkan doa semoga Almarhum Prof .dr Iwan Dwi Prahasto M MedScPharm Phd bin Oetomo Mustidjo diampuni salah dan khilaf nya dan diterima amal Ibadah nya serta Husnul Khotimah , Aamiin Ya Robbal'alamiin ."
Ratih Puspita Febrinasari - Sunday, September 6, 2020
"Alhamdulillah, saya bersyukur sekali bisa menjadi mahasiswa bimbingan beliau selama S2 dan S3 di FKKMK UGM. Di sela kesibukannya, beliau selalu menyempatkan untuk bimbingan dan bahkan membetulkan power poin buat ujian, sungguh luar biasa.Tutur katanya yang lembut tapi tegas, nasehat, canda tawa dari beliau tidak akan pernah saya lupakan. Prof Iwan adalah guru panutan..terima kasih telah memberi kesempatan untuk terlibat dalam berbagai penelitian, evaluasi obat, HTA dan kegiatan lainnya.. Maturnuwun sanget Prof atas semuanya"
Muhammad Alfarizi (Binus University) - Sunday, September 6, 2020
"Saya mengenal Prof Iwan sebagai seseorang yang sangat menghargai siapapun. Awal mengenal beliau adalah sebuah ketidaksengajaan yang sudah digariskan Allah kepada saya agar mengenali beliau. Saat itu saya adalah mahasiswa SMA yang baru lulus & ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Meskipun tidak ke UGM, namun saya memiliki banyak rekan mahasiswa di UGM salah satu nya adalah sahabat saya yakni mas Aldo yang merupakan Bimbingan beliau dalam tugas akhir. Saya masih teringat ketika itu saya memohon izin via Whatsapp untuk bisa bertemu beliau, saya sempat berfikir "apakah ia seorang guru besar mau menemui aku yang belum jelas status mahasiswa ?" Namun, beliau dengan senang hati ingin bertemu bahkan beliau meluangkan & memberi pilihan waktu kapan ingin bertemu. Disitulah saya merasa bahwa beliau adalah sosok yang sangat menghargai & sering mengapresiasi orang yang ingin berkonsultasi dengan dirinya. Saya sering sekali melihat hasil riset beliau, dari situ saya mulai merasakan gejolak harus bisa menjadi beliau hingga saya menancapkan cita-cita menjadi seorang guru besar. Saya pun mulai belajar menulis riset & Alhamdulillah saya berhasil mempublikasikan sebuah Jurnal bertajuk Komunikasi Interprofesi Tenaga Medis meski baru sebatas jurnal akademik studi kepustakaan & terpublikasi di Lembaga Penelitian Ettisal yang ter akreditasi Sinta 3. Setiap menulis saya mengingat bahwa saya harus memiliki semangat seorang peneliti muda seperti Almarhum yang terkenal pada tahun 2019 menerbitkan publikasi paper terbanyak. Saya sering melihat video beliau ketika mengajar juga, suka ketawa juga kalau Almarhum sedang memberikan peringatan halus kepada mahasiswa pascasarjana agar jangan dilama-lamakan penelitiannya. Ketika Almarhum meninggal saya adalah salah satu orang yang menangis cukup histeris terutama saat melihat foto Prof Iwan & Prof Uut sedang di Bandara YIA. Saya merasa hilang semangat, untung mas Aldo datang juga memberi support bahwa tidak hanya saya saja yang kehilangan tapi bangsa Indonesia juga kehilangan beliau. Saya juga membuat sebuah cerita inspiratif tentang beliau & mas aldo didalam sebuah kompetisi di IPB. Masuk final hingga dibuat komik oleh rekan saya dari IPB juga, hingga cerita ini mendapat rating tinggi sehingga mendapat Juara 1 Kisah Inspiratif SHC IPB. Melalui kisah itu saya ingin seluruh Mahasiswa di Indonesia tahu bahwa meski Almarhum telah pergi namun Semangat Beliau akan terus ada di dada kita. Terima Kasih Prof Iwan atas Bimbingan selama ini.. Semoga tenang disana & selalu tersenyum seperti dalam mimpiku... Pesan dan Amanah yang kau berikan akan saya jalankan... Saya berjanji akan menjadi Guru besar yang bersemangat seperti Prof"
dr J. Hudyono, MS., SpOk, MFPM - Sunday, September 6, 2020
"Sy banyak belajar dari Beliau setiap pertemuan Komnas BPOM RI saat beliau dng kritis dan argumentasinya selalu didasari Evidence Base menginspirasi sy utk selalu kritis"
Santi Candra Dewi, FK UGM 92 - Sunday, September 6, 2020
"Beliau adalah dosen yg sangat sabar dan murah senyum. Sehingga sebagai mahasiswa merasa nyaman dalam menuntut ilmu"
Annisa Nurul PS - Monday, September 7, 2020
"Ketika itu, saya mahasiswa dari fkkmk ugm yang dipanggil di upacara hari pendidikan untuk mendapat penghargaan mahasiswa berprestasi. Ucapan Prof Iwan setelah upacara adalah hal yang paling mengena di benak saya, “Mahasiswa FK yang berprestasi di luar? Jarang sekali.. pertahankan prestasi anda. Harumkan FKKMK.” Terimakasih Prof.. jasa dan ilmu Prof akan menjadi amal yang terus mengalir."
dr. Syarif Hidayat, Sp.B, FICS - Sunday, September 6, 2020
"Prof Iwan, beliau saya kenal saat saya menjadi mahasiswa FK UGM, dosen idola, saat mengajar kita sebagai mahasiswa menjadi semangat mengikuti kuliah karena beliau sangat menguasai materi (Farmakologi), cara mengajar yang santai namun penuh warna karena sesekali diselingi dengan joke dan cerita lucu. Selamat jalan Prof. Iwan, semoga husnul khotimah dan mendapat tempat TERBAIK di sisi NYA."
Agus Sutanto - Sunday, September 6, 2020
"Terima kasih prof atas bimbingannya selama ini, saat kuliah S1 dan awal PPDS dalam program master S2 double degree PPDS. Cara menyampaikan ilmu nya jelas, disertai lelucon yg segar. Selamat jalan prof. Insya Alloh husnul khotimah dan amal jariyah atas ilmu nya kepada kami kami para muridnya."
Odi Satrio Anorogo - Sunday, September 6, 2020
"Sangat bersyukur dan bangga diperkenalkan sosok om iwan, om yang sangat baik, selalu memberikan canda di setiap diskusi dan cerita, om yang selalu peduli dengan keluarga dan ponakannya, selalu memberikan solusi yang baik terhadap permasalahan kesehatan, husnul khotimah untuk om iwan tercinta , kangen dengan candamu om iwan 💓"
Dr Debby Permatasari MPH - Sunday, September 6, 2020
"Paling kagum dengan prof dan keluarganya...karena benar benar keluarga pendidik...Prof Iwan dan Prof Uut selalu mendorong kami MMR UGM untuk selalu bersemangat ketika kami lelah menghasilkan thesis sambil tetap harus bekerja...ketika saya merasa salah mengambil judul thesis yang rumit pun Prof Iwan yang juga mendorong untuk melanjutkan...karena menurut Prof rantai dingin vaksin sesuatu yang perlu dikupas tuntas untuk kemaslahatan..yang paling saya kagumi dan belajar banyak dari beliau adalah, kalimat yang terus terngiang dalam telinga saya hingga sekarang...tidak peduli di manapun jadilah orang atau buatlah karya yang bermanfaat untuk banyak orang...karena hal hal tsb menjadi amal yang tidak akan putus...persis seperti beliau dan keluarga...selalu bermanfaat untuk banyak orang..."
dr Hendrixus Eko S.P - Wednesday, September 9, 2020
"Salah satu guru terbaik kami di FK UGM,jd tau ilmu2 farmasetika berkat beliau,yang sangat bermanfaat bagi kita.matursuwun Prof."
Edi Prasetyo - Wednesday, September 9, 2020
"Mengenal Prof. Iwan sebagai seorang pemimpin yang dapat memposisikan diri sebagai teladan kebaikan dan inspirasi moral yang santun. Saya bangga dan sedih ketika menjadi salah satu anggota tim untuk menurunkan beliau keliang lahat...selamat jalan Prof, semoga Allah selalu menyayangi panjenengan..."
Utit Soelarsono - Wednesday, September 9, 2020
"🌷Jakarta, pagi, after subuh @5.15am. Pagi mas Iwan. Sedang apa mas? Mas dengar kan, setiap orang membicarakan mas? Seperti tidak akan ada habisnya. Seperti daftar panjang kebaikan dan kehangatan yang telah mas share ke semua. Membekas dalam, berkesan, karena cara mas berinteraksi itu lho... Sarat pesan, ramah, penuh senyum, aku kangen mas...! Apa mas sekarang sedang reunian di atas sana sama bapak ibu dan dengan semua om-om dan tante-tanteku yang juga telah dipanggil terdahulu oleh Allah SWT? Mas tidak kesepian kan? Aku yakin mas bahagia di sana, tenang, in peace, dekat dengan Allah ya mas... Tempat terbaik untuk anak bangsa terbaik. Kita semua kangen, kita semua mendoakan. Baik-baik ya masku tersayang, terhebat, tak tergantikan. Really irreplaceable! Selamat jalan mas. Rest in peace.🌷"
Wahyu Nurhalimah - Saturday, September 12, 2020
"Dosen favorit kami.. Insyaallah jannah untukmu dok.. Ilmu2 dari beliau yang bermanfaat insyaallah akan selalu menjadi amalan jariyah yang pahalanya tidak akan pernah terputus di surga Allah.. Semoga covid ini segera berlalu dok.. Sehingga tidak akan adalagi putra terbaik Indonesia yang berguguran. Matursuwun prof.. Senyummu tidak akan pernah kami lupakan."
Andryanto Widjaja - Saturday, September 12, 2020
"Mudah-mudahan masuk syurga dan diberikan kenikmatan yang lebih di alam sana karena kalau orang yang menyembuhkan penyakit COVID-19, lalu dia meninggal itu adalah mati syahid. Amin."
Anto Soeratto Semarang - Saturday, September 12, 2020
"Nama pertama yang muncul dalam Pahlawan Kesehatan ini ternyata Mas Iwan. Rasanya seperti tidak percaya, tapi ternyata Allah SWT lebih sayang pada mas Iwan. Mas Iwan adalah sosok panutan keluarga, humble/hangat pada semua orang yang ditemuinya, rendah hati walaupun sudah profesor. Murah senyum, humoris, walaupun sibuk. Selalu ada untuk menyemangati bila ada keluarga yang sedang sakit. Mari kita berdoa untuk mas Iwan. Semoga mas Iwan diberi tempat yang paling mulia, diterima segala amal ibadahnya, serta ilmu yang disumbangkannya pada bangsa dan negara ini bisa menjadi amal jariyah dan bermanfaat. Aammiinnn x2 YRA. Al-Fatihah....."
Kenal dengan mendiang? kirim testimoni anda semasa hidup dengan mendiang disini:

*Proses pengiriman testimoni akan menggunakan nomor hp yang terdaftar di WhatsApp untuk verifikasi