Prof. Dr. dr. Andi Arifuddin Djuanna, SpOG(K)

Prof. Dr. dr. Andi Arifuddin Djuanna, SpOG(K)

Dokter

Prof. Dr. dr. Andi Arifuddin Djuanna, SpOG meninggal di usia 78 tahun pada 16 Juli 2020. Namanya menambah daftar panjang tenaga medis yang gugur setelah terpapar COVID-19.

Masih belum jelas kapan dan di mana Prof Anditertular. Selama sakit beliau dirawat diRumah Sakit Wahidin Sudirohusodo. Dua puluh hari kemudian ia menghembuskan napas terakhir.

Semasa hidup profesor yang kerap disapa Puang Pudding ini merupakanguru besar dan KepalaDepartemen Obstetry dan Gynecology (Obgyn) di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Beliau merupakan sosok dokter sepuh yangdihormati, terlihat dari banyaknyal pasien dan rekan kerja yang menyampaikan ucapan duka dimedia sosial.

Testimoni:
Facebook
Febrianti Lina: "Turut berduka cita, prof yg selalu setia tangani mamaku sampe sembuh.. semoga semua husnul khotimah"
Twitter
@feliciabactiar: "Selamat jalanProf. sosok guru yang telah menyelamatkan banyak nyawa, begitu rendah hati serta kaya ilmu, Insya Allah mendapat tempat terbaik disisi Allah, khusnul khotimah Prof. Al-Fatihah."
Source:
https://makassar.tribunnews.com/2020/07/16/prof-arifuddin-djuanna-meninggal-setelah-dirawat-20-hari-di-rsws
https://www.sulselsehat.com/makassar/5518/breaking-news-prof-arifuddin-djuanna-meninggal-dunia/
https://www.facebook.com/820627481439317/posts/1589406821228042/
https://twitter.com/felicebachtiar/status/1283743051525939200
dr. I A Chandranita Manuaba SpOG(K). MM - Saturday, September 5, 2020
"Jika bukan karena beliau.... saya tidak berada pada titik saat ini....Masih segar dalam ingatan ... 2017 mampir ke rumah beliau... dan beliau langsung yang masakkan Lobster.... *Makan ko Ita... na kurus begini ko*.... Rupanya itu pertemuan terakhir.Seorang Guru terbaik... yang memang patuh digugu dan ditiru...Saya sangat kehilangan.....Selamat jalan Puang....Ndak ada lagi yang saya telpon setiap tanggal 24 DesemberNdak ada lagi jawaban diseberang sana.... Baik baik ko Ita... jaga dan hormati pasien pasien mu....."
Dr. Christofer JH Ladja, M.Kes.Sp.OG - Saturday, September 5, 2020
"Seorang guru yang mengajarkan budi pekerti. Attitude, Pengetahuan dan Keterampilan tanpa pamrih. Semua ilmu Beliau berikan. Segala macam ilmu seputar Obgin. Onkogin.Urogin. dan ilmu sosial kemasyarakatan. Sangat sabar membimbing. Penuh wibawah dalam kekeluargaan yang sangat hangat. Mempunyai rasa cinta kepada semua murid muridnya. Rumahnya selalu terbuka menerima kami. Sangat senang memasak, sangat senang kalau muridnya menghabiskan masakannya. Selamat Jalan Guruku Puang Pudding. Semoga Damai Bersama Pencipta...... Akan selalu terkenang dalam kehidupan kami.."
Mardiah Tahir.. - Saturday, September 5, 2020
"Gajah mati meninggalkan gading, Seorang Maha Guru seperti Prof. Dr. dr. H. A. Arifuddin Djuanna, SpOG-K tak akan pernah habis unt membicarakan peninggalan beliau kepada kami murid2 nya.. Tak akan pernah tergantikan.. multi talenta.. Selamat jalan Ayahanda/Guru kami tercinta.. Namamu akan terukir selalu di hati sanubari kami .. setiap jumpa, beliau menyapa.. Mardiah.. agatu kareba???😭😭😭"
dr.Anggrainy Kouwagam,SpOG,M.Kes - Saturday, September 5, 2020
"Prof yang sangat kami kasihi. Orang tua kami. Kami sangat merindukan prof saat ini. Prof membimbing kami operasi di pagi hari, di malam hari prof menjamu kami dengan makanan yang sangat nikmat. Prof merupakan sosok guru yang sangat luar biasa. Kami bangga mempunyai guru seperti Prof Arifuddin dan pernah diajar olehnya. Selamat jalan prof, walaupun prof tak lagi bersama kami di dunia ini, tapi kenangan tentang prof akan selalu hadir di hati kami. Selamat beristirahat dalam keabadian puang.Dari kami yang menyayangimu...."
Ditya Mardika S. M - Saturday, September 5, 2020
"Semoga husnul khotimah"
Muhammad Yunus - Saturday, September 5, 2020
"Prof.Arifuddin adalah sosok yg sangat ramah, pemaaf saat kita kerja bersama selalu menghargai semua yg mendampingi.Suatu hari kami pernah sama2 msnolong pasien lalu Prof. Mengatakan pada sedding eloka mabuang,jadi dibilangin istirahatki dl puang nanti kami sama2 melanjutkan beliau mengatakan perbaiki cara kerjamu yah, terima kasih puang. semoga husnul khotimah keluarga yg ditinggalkandiberi ketabahan"
Imam Ahmadi Farid - Saturday, September 5, 2020
"Guruku dan Orang tuaku , Guru besar / Profesor Subspesialis Uroginekologi.... tiada kata yg dapat mewakili betapa kami kehilangan beliau baik sebagai keluarga maupun guru.... 😿😿"
Ong Tjandra - Saturday, September 5, 2020
"Saat pendidikan banyak sekali belajar dari beliau yg selalu memberi kesempatan kepada kami menjadi mandiri. Menjadi kebanggaan boleh menjadi salah seorang murid beliau. Dia adalah idola kami. Terima kasih Puang Arifuddin, jasmani selalu ku kenang."
Zamri Amin. - Saturday, September 5, 2020
"Kenangan bersama Prof.tidak bisa saya lupakan,sewaktu saya menghadap beliau ingin melanjutkan pendidikan di bagian Obgin FK Unhas,dirumah beliau sekitar jam 19 malam,masih sempat juga menerimah saya padahal kala itu putrinya lagi gawat di RS. Jika bukan karena beliau tentu saya tdk seperti saat ini. Kenangan lain,sewaktu kami mengalami musibah,beliau hadir bersama ibu Ari,memeluk dan meneteskan air mata,begitu besar perhatian beliau dengan semua anak didiknya. Beliau mengajarkan ketrampilam,mengajarkan pendidikan moral dan attitude setiap waktu bersamanya. Saya juga mengenang beliau ketika ujian akhir dengan pasien chorio di RS Faisal.....sungguh" sangat banyak kenangan bersama beliau....doa kami semoga semua kenangan baik itu menjadi doa dan amal jariah untuk melapangkan beliau di alam kuburnya serta ditempatkan di surga terbaik di akhirat...,...Aamiin YRA....."
Eri Hendra Jubhari - Saturday, September 5, 2020
"Ts ayah saya. Rendah hati dan sangat bersahabatRIP Prof. Arifuddin"
Imam Ahmadi Farid - Saturday, September 5, 2020
"Guruku dan Orang tuaku , Guru besar / Profesor Subspesialis Uroginekologi.... tiada kata yg dapat mewakili betapa kami kehilangan beliau baik sebagai keluarga maupun guru.... 😿😿"
Irwan - Saturday, September 5, 2020
"Saya tarmasuk orang paling bersyukur masuk PPDS obgyn atas kebijakan bliau yang luar biasa menerima satu angkatan raksasa ( 35 residen) , bliau Guru dengan dedikasi luar biasa...Semoga khusnul khotima"
Andi Yulia - Saturday, September 5, 2020
"InsyaAllah amal jariah selalu mendampingi beliau...beliau adalah orangtua , guru kesayangan kami, bila bertemu selalu menyampaikan ilmu , kebajikan, semangat melayani pasien dgn ikhlas dan selalu mengingatkan tuk menjaga silaturahmi dgn teman sejawat, insyaAllah husnul khotimah..aamiin"
Ismunandar, - Sunday, September 6, 2020
"Orang tuakua, Guruku, yang selalu memberi kasih sayang dalam keluarga, persahabatan yang hakiki (tanpa pandang kebangsaan, suku, tingkat sosial), dedikasi kepada profesi, berintegritas dalam bekerja, berani tampil di dunia internasional.Selamat jalan kembali ke haribaan Allah, sebagai jiwa yang tenang, yang kembali kepada Tuhan dengan rasa puas, dengan segala nikmat yang diberikan, lagi diridhaiNya. Semoga masuk ke dalam jamaah hamba-hamba Allah. Masuk ke dalam syurga-NyaSemoga Allah menerima semua amalan, kebaikan, pengabdian, dan jasa-jasa besar beliau."
Ganesha Pratama Biyang - Sunday, September 6, 2020
"Puang, muridta selalu akan merindukan kita. Rindu diajar sama kita, rindu ketawa2nya kita, rindu dengar Puang nyanyi2 di kamar operasi sambil ajari kami semua, rindu makan2 sama kita."
Dhihram Tenrisau - Wednesday, September 9, 2020
"Saya lahir di tangan beliau, saat ibu saya dianggap tidak bisa mengandung (mandul) oleh dokter-dokter obgyn di ibukota. Ibu saya sebelumnya bertugas sebagai aparatur negara di ibukota, dan stress akan vonis para dokter obgyn di ibukota, ibu saya memutuskan untuk pindah ke kampung asalnya, Makassar. Di sana tak disangka, prof ini menjadi dokter kandungan sekaligus yang membantu persalinan saya. Dia juga orang yang meyakinkan ibu dan bapak saya yang hampir 10 tahun belum diberkati anak ini untuk optimis, dan meyakinkan bahwa ibu saya tidak mandul. Saat itu ibu saya kerap dicibir tidak bisa melahirkan anak oleh sanak keluarga, dan konon baginya itu tekanan besar. Jika saja bukan karena prof ini, mungkin saja ibu saya akan lelah untuk mengusahakan saya lahir ke dunia."
Hamba Allah - Wednesday, September 9, 2020
"Saya lahir di tangan beliau, saat ibu saya dianggap tidak bisa mengandung (mandul) oleh dokter-dokter obgyn di ibukota. Ibu saya sebelumnya bertugas sebagai aparatur negara di ibukota, dan stress akan vonis para dokter obgyn di ibukota, ibu saya memutuskan untuk pindah ke kampung asalnya, Makassar. Di sana tak disangka, prof ini menjadi dokter kandungan sekaligus yang membantu persalinan saya. Dia juga orang yang meyakinkan ibu dan bapak saya yang hampir 10 tahun belum diberkati anak ini untuk optimis, dan meyakinkan bahwa ibu saya tidak mandul. Jika saja bukan karena prof ini, mungkin saja ibu saya akan lelah untuk mengusahakan saya lahir ke dunia."
Trika Irianta - Monday, September 21, 2020
"Tahun 1999 saya datang dari Maluku dan diterima menjadi murid (PPDS Obgyn) dan Prof. Arifuddin belum mengenal siapa Trika. Dan dalam perjalanan pendidikan PPDS banyak senior yang selalu mengajak saya hingga akhirnya saya bisa dikenal dekat dan bila Prof. Arifuddin selesai praktek selalu mengajak makan malam bersama. Bila makan malam di luar maka saya yang selalu disuruh oleh Prof. Arifuddin untuk membawa bungkusan udang masak dari rumah beliau untuk dimakan bersama. Keesokan harinya mulai subuh hari sudah harus mengikuti Prof. Arifuddin untuk melakukan berbagai macam operasi dengan berbagai macam kesulitan dan kami diajar dan dibimbing untuk dapat menyelesaikan seluruh operasi tersebut. Saya selalu ditanya,"bisa kamu bikin operasi ini Trika?". Pernah sekali saya menjawab,"sepertinya ini operasi susah Prof, dan Prof langsung menjawab,"kamu Trika hanya yang begitu kamu tidak bisa". Dan kata-kata itulah yang memacu saya untuk bisa melakukan semua operasi di Obgyn seperti yang Prof. Arifuddin lakukan. Prof. Arifuddin menyuruh saya untuk melanjutkan sekolah S3 dan sekolah konsultan Uroginekologi dan sekaligus Onkologi karena Prof. Arifuddin menginginkan seperti beliau yang mempunyai 2 gelar konsultan. Dan pada saat saya terhambat untuk menyelesaikan sekolah S3 saya, Prof. Arifudddin mengatakan,"Trika, saya mau lihat kamu dan Santi menjadi Doktor sebelum saya meninggal", maka disitulah saya harus menyelesaikan sekolah S3 saya. Saat ujian S3, Prof. Suriani menanyakan,"Apakah anda sudah belajar semua ilmunya Prof. Arifuddin?". Dan Prof. Arifuddin mengatakan,"semua ilmuku sudah dicuri dan tidak ada lagi yang tersisa, sudah diambil semua sama Trika". Kedekatan saya dengan Prof. Arifuddin seperti seorang anak dan bapak. Hampir setiap makan malam, saya dipanggil untuk makan malam bersama sekaligus membawa istri dan anak-anak saya. Anak-anak saya juga memanggil Prof. Arifuddin dengan panggilan Opi seperti cucu-cucu Prof. Arifuddin. Bahkan bila lama tidak ke rumah beliau, anak-anak saya bertanya,"Ayah, kenapa Opi tidak panggil lagi makan mie?". Prof. Arifuddin bukan hanya guru tetapi sudah menjadi Bapak bagi saya dan keluarga, begitu pula Prof. Djauhariah menjadi Ibu bagi kami. Masih banyak cerita perjalanan hidup saya dibimbing oleh Prof. Arifuddin yang semuanya menjadi pelajaran hidup yang tidak bisa saya dapatkan di tempat lain. Begitu pula kepada Prof. Djauhariah, Arman, Santi, Yuli, Rani dan semua cucu-cucu Prof. Arifuddin sudah menjadi satu keluarga dengan saya dan keluarga. Semoga ilmu yang diajarkan dan diberikan kepada saya dan semua murid Prof. Arifuddin menjadi amal jariyah yang tidak terputus untuk beliau dan semoga Prof. Arifuddin mendapatkan syurga Allah Taala yang tertinggi, Aamiin Allohumma Aamiin."
Arsyi Adliah Anwar - Wednesday, September 23, 2020
"Beliau adalah kebanggaan Obgin UNHAS. Semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi Ψ§ΩŽΩ„Ω„Ω‘Ω‡Ω SWT."
Lenny Maria Lisal - Tuesday, September 22, 2020
"Guru sekaligus orangtua kami yang senantiasa hadir bila kami mengalami masalah. Masalah apapun beliau siap untuk mencarikan jalan keluar, terutama masalah dalam tindakan operasi. Masalah makan apalagi. Tak terlupakan. Rasanya tidak ada masalah yang tidak bisa ditangani beliau. Slogan pegadaianpun belum sebanding dgn beliau. Masih begitu banyak yang beliau cita-citakan, namun kami terpisah karena pandemi ini. Yang akhirnya beliaupun menjadi korban. Semoga teladan yang Puang tinggalkan dapat menjadi pedoman hidup kami. Antar teman sejawat maupun ke orang-orang yang membutuhkan tenaga kami. Selamat jalan Puang. Semoga di Surga sana Engkau juga mendoakan kami yang masih mengembara di dunia ini.πŸ™πŸ™πŸ™"
Kenal dengan mendiang? kirim testimoni anda semasa hidup dengan mendiang disini:

*Proses pengiriman testimoni akan menggunakan nomor hp yang terdaftar di WhatsApp untuk verifikasi