dr. Miftah Fawzy Sarengat

dr. Miftah Fawzy Sarengat

Dokter

Ketika pandemi COVID-19 menerjang wilayah Surabaya, dr. Miftah Fawzy Sarengat adalah satu dokter yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Dr Soetomo dan sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Penyakit Dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair). Dikenal sebagai sosok dengan sikap kepemimpinan yang baik, dr. Miftah juga diberi tugas sebagai Chief of Residents sejak tahun 20151.

Sebagai seseorang yang berisiko lebih tinggi terpapar virus SARS Cov-2 karena memiliki kondisi penyerta, yaitu obesitas, dr. Miftah telah disarankan supaya tidak bertugas di bagian isolasi pasien COVID-19. Akan tetapi panggilan jiwa dan tanggung jawabnya sebagai dokter mengalahkan segalanya. Tanpa kenal lelah, beliau tetap bersemangat mengupayakan sebanyak mungkin pasien COVID-19 untuk sembuh2. Seminggu sebelum meninggal, dr. Miftah menunjukkan gejala seperti COVID-19 yaitu demam, batuk, dan muntah. Sempat diperiksa dengan rapid test, hasilnya non-reaktif. Setelah dilakukan pemeriksaan CT scan dada dan swab, dr. Miftah diketahui menderita pneumonia dan positif terinfeksi virus SARS Cov-23.

Setelah dirawat intensif di ruang ICU RSU Dr Soetomo dan sempat diberi terapi plasma konvalesen, dokter yang berjuang ikhlas merawat pasien COVID-19 ini akhirnya harus menyerah pada takdirnya. Dia berpulang ke haribaan Tuhan Yang Maha Kuasa pada 10 Juni 2020, sekitar pukul 06.30 WIB. Meninggalkan seorang istri yang pada saat itu juga sedang dirawat karena terinfeksi COVID-19, almarhum dimakamkan di Magetan atas permintaan keluarga. Sebelumnya, almarhum menerima penghormatan terakhir di sepanjang jalan di RSU Dr Soetomo sampai ke FK Unair sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian dan pengorbanannya4.

TESTIMONI:


Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp. U(K), Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga5:
Risiko menjadi dokter di masa pandemic COVID-19 ini memang sangat tinggi. Kami merasa sangat kehilangan. Dr Miftah adalah sosok dokter yang rajin, pekerja keras dan calon dokter terbaik kami karena sebelum wafat almarhum masih menempuh pendidikan spesialis.

Dr. Erta Priadi Wirawijaya Sp.JP, Rekan sejawat6: Kalau kita googling gaji rata-rata dokter residen, keluarnya data di Amerika Serikat. Mungkin karena Google buatan Amerika. Setahun sekitar $61,200. Cari data di Indonesia ngga keluar, tapi saya tahu bahwa hasilnya pasti minus karena Indonesia adalah satu-satunya negara di dunia, di mana dokter residen justru harus bayar iuran masuk dan SPP ke fakultas Kedokteran. Satu satunya... Kerja tidak dibayar, bahkan APD pun seringkali tidak kebagian sehingga harus beli sendiri. Tidak ada insentif tambahan untuk menangani COVID-19. Padahal ketika menangani pasien COVID-19, saya yakin yang paling sering kontak selain perawat adalah dokter residen. Di situ saya merasa sedih. Karena prihatin sempat beberapa bulan lalu saya dan teman-teman udunan untuk bantu penyediaan APD untuk adik kelas dokter residen. Semakin sedih ketika hari ini saya mendengar ada dokter residen di tahun terakhir pendidikannya meninggal dunia karena COVID-19. Ini berita menyedihkan yang seharusnya tidak terjadi... Innalillahi wainnailaihi roji'un. Turut berduka untuk meninggalnya Dr. Miftah Fawzy Sarengat, Dokter Residen FK UNAIR. Palawan tanpa tanda jasa. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, keiklasan dan tentunya kompensasi yang sepantasnya. Mohon doa nya untuk istri beliau yang saat ini juga sedang sakit dan dirawat karena COVID-19.


_________________________
1 https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200610151132-20-511848/dokter-di-jatim-wafat-akibat-corona-ada-penyakit-penyerta
2http://news.unair.ac.id/2020/06/10/selamat-jalan-sang-pahlawan-kesehatan-dr-miftah-fawzy-sarengat/
3https://surabaya.kompas.com/read/2020/06/11/06525871/dokter-miftah-meninggal-karena-covid-19-istri-dirawat-di-surabaya?page=all
4 https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5048312/dokter-rsu-soetomo-yang-meninggal-terpapar-covid-19-sudah-seminggu-lalu
5 https://surabaya.tribunnews.com/2020/06/11/profil-dokter-miftah-fawzy-yang-meninggal-positif-covid-19-dekan-fk-unair-calon-dokter-terbaik
6 https://web.facebook.com/ErtaPriadiWirawijaya/
dr.Mukri Nst, Sp.An - Saturday, September 5, 2020
"Beliau sosok yang sangat ramah dan baik. Kami sama2 saat masuk menjalani PPDS di UNAIR . Selamat jln sahabat"
Dimas - Saturday, September 5, 2020
"Sahabat yang humble, bersahaja, tulus dan pekerja keras. Sejak awal masuk FK, niat dan dedikasi beliau dalam dunia medis sudah terlihat."
dr. Hermawan Susanto SpPD - Saturday, September 5, 2020
"Miftah " Gajah Oling" demikian aku memanggilmu krn kamu pernah memerankan Patih Gajah Oling di Pentas PPDS IPD Sudema. Kamu junior yg sopan, ramah , loyal dan berdedikasi tinggi. Setiap apapun permintaan tolong selalu engkau ucapkan "ssiyyyyyaaaappp" dg intonasi yg khas. Masih berlarian sampai saat ini dimataku saat engkau melambaikan tangan dari ruang kaca isolasi RES IGD, engkau bermaksud menyampaikan dirimu baik baik saja, akan tetapi monitor di ruangan itu mengatakan sebaliknya. Miftah "Gajah Oling" kamu orang baik, aku saksinya Mif #masher#"
Angga Fiandana - Sunday, September 6, 2020
"Empat Belas Tahun saya mengenal beliau dengan sangat baik. Memang kami berasal dari daerah yang berbeda, namun kedekatan kami sebagai seorang sahabat sudah dimulai sejak awal menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga angkatan 2006. Masih terngiang dengan jelas bagaimana kami tinggal bersama dalam satu kontrakan saat kami menjalani pendidikan internship di Kabupaten Ngawi. Sehari2 kemanapun kami pergi selalu dijalani bersama-sama, suka maupun duka. Jujur, saya masih belum menyangka Engkau meninggalkan kami terlebih dahulu Sobat. Saya saksi hidup Engkau adalah orang yang sangat bersahaja, humoris, santun, dan rendah hati. Bahkan Engkau masih sempat mengabari kami disaat engkai sedang kritis dan akan menjalani proses intubasi. Sungguh tak kuat rasanya kami mendengar kabar kami kehilangan sahabat terbaik kami di kala itu. Sungguh perjuanganmu sangat mulia kawan. InsyaAllah syahid... Semoga Allah memberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Selamat jalan Kawan......"
Kurnia Alisaputri - Sunday, September 6, 2020
"Dr. Miftah teman seangkatan FK Dan PPDS IPD. Stase paling berat pun akan terasa menyenangkan ada Miftah. InsyaAllah, temenku ini ahli syurga. Kami bangga sama kamu Miftah."
Sekar Ayu Sitoresmi, dr., SpM, M.Ked.Klin - Sunday, September 6, 2020
"Empat belas tahun bersekolah bersama dr. Miftah bukanlah waktu yang singkat, karenanya saya sangat terpukul dengan kepergian beliau. Absen kami hanya terpaut 2 orang saja karena itu saat menempuh pendidikan dokter kami selalu bersama saat stase, ujian, maupun praktikum. Suka duka, keringat, darah, air mata semua kami lalui dan kepribadiannya yang humoris serta kebaikan hatinya telah menorehkan cerita manis dalam perjuangan kami menjadi seorang dokter. Allah menyayangimu Mif, kami semua teman2mu pun demikian. Semoga Allah memberikanmu tempat yang terbaik dimana kebahagiaan yg hakiki berada. Doaku selalu... Aku kangen mbok garai, mbok jaluki jajan n traktiran..."
Arie T.A. - Sunday, September 6, 2020
"Teman satu angkatan saat pendidikan dokter dan sempat bekerja bareng dlm suatu proyek penelitian (di mana saat itu juga mjadi rekan sekamar saat pelatihan), beliau orang sederhana/gak neko2, penuh semangat, serta mengayomi. Kabar yg benar2 mengejutkan dan tak trbayangkan. Semoga kepergian beliau dan mendiang sejawat2 lainnya takkan sia2, bisa menjadikan pembelajaran yg sangat berharga bagi semua pihak unt sama2 memerangi pandemi ini. Aamiin."
Daniar Indah Suryowati - Sunday, September 6, 2020
"Sahabat yang luar biasa baik hati, jenaka , senang menghibur teman2nya dan berdedikasi tinggi sebagai seorang dokter... Kenal Miftah sejak tahun 2006 saat kami sama sama menempuh kuliah S1 kedokteran sampai saat kami putaran dokter muda satu kelompok..Memang km teman ku yang ga pernah sambat Mif, hidup itu dijalani dengan ikhlas.. Saya bersaksi bahwa Miftah orang yang sangat baik"
Angga Maulidha - Monday, September 7, 2020
"Mas Miftah adalah sosok senior yang sy segani sejak awal masuk FK. Pertama kali kenal sy ketakutan krn beliau sebagai panitia Komsus saat saya ospek. Ternyata dibalik perangainya yang garang tersimpan pribadi yang sangat ramah, jenaka namun sangat berwibawa. Siapa yang ga kenal mas miftah, 2 dekade angkatan bahkan sampai level dekan juga kenal, kalau nggak saking humblenya dia. Dia adalah orang yang paling bisa menempatakan diri dalam pergaulan dengan berbagai usia. Terlalu banyak kenangan baik yang saya rekam terhadap pribadi beliau. Sy berdoa semoga orang tua beliau diberi kesehatan dan amalan tak terputus karena telah membesarkan seoarang anak hingga memiliki kepribadian mulia dan shalih seperti Mas Miftah. Selamat jalan Mas Miftah...semoga hidup bahagia di keabadian."
Kenal dengan mendiang? kirim testimoni anda semasa hidup dengan mendiang disini:

*Proses pengiriman testimoni akan menggunakan nomor hp yang terdaftar di WhatsApp untuk verifikasi