dr. Sudadi Hirawan, MS., Sp. OK

dr. Sudadi Hirawan, MS., Sp. OK

Dokter

Dokter Sudadi Hirawan, MS, Sp. OK adalah pengajar di Program Pendidikan Dokter Spesialis Okupasi dan juga Magister Kedokteran Kerja di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Aktif juga sebagai anggota IDI Jakarta Pusat, Dewan Penasihat Ikatan Alumni Magister Kedokteran Kerja di FKUI dan Dewan Pertimbangan Perhimpunan Dokter Spesialis Okupansi (PERDOKI).

Informasi tentang bagaimana beliau terpapar virus SARS-CoV-2 belum banyak diketahui, tetapi beliau dirawat sekitar 10 hari di RS Persahabatan sebelum menghembuskan napas terakhirnya pada 12 April 2020 lalu.

Catatan: Jika ada kerabat atau rekan sejawat yang ingin menyampaikan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kami melalui kolom testimoni atau nomor WA Bot.

Sumber: https://www.ayosemarang.com/read/2020/04/13/55228/terpapar-covid-19-kembali-2-dokter-senior-indonesia-meninggal-dunia
Aisa Tios - Sunday, September 6, 2020
"Dr. Sudadi Hirawan adalah dosen saya selama saya belajar di Magister Kedokteran Kerja FKUI. Mungkin yang tidak akan dilupakan adalah dr. Sudadi itu sosok guru yang lucu dan ramah. Beliau dulu sering bercanda di segala kondisi. Setiap bertemu di seminar atau simposium, wajib saya menyapa beliau yang biasanya akan disambung dengan keusilan beliau lagi sama kami-kami. Sebenarnya berharap kalau melanjutkan residen SpOK, bs menjadi murid lagi di bawah bimbingan beliau. Maaf ya dokter, belum sempat balas apa-apa atas kebaikan dokter. Saya belajar banyak dari dokter bahwa segala sesuatunya tidak semua sesuai buku. Orang pintar dan tidak pintar, yang membedakan itu upaya. Saya tidak akan melupakan tawa pecah nya dr Sudadi dan bagaimana raut bahagianya dr Sudadi setiap kita bertemu. Terima kasih banyak, dokter. Sampai kita berjumpa lagi. Semoga saya bisa mengamalkan ilmu yang dokter berikan dengan baik di kemudian hari."
dr J. Hudyono, MS., SpOk - Sunday, September 6, 2020
"Dr Sudadi sama2 dalam Tim Dewan Pertimbangan Perdoki yg bertugas mengayomi dan mengawal Anggota2 Perdoki agar selalu taat dan menjalankan keprofesiannya sesuai Etika Kedokteran"
dr.Herlina,MKK - Friday, September 11, 2020
"Saya mengenal beliau sebagai sosok guru yang ramah, sederhana, rendah hati, ceria tapi juga usil dan jail. Setiap bertemu beliau di salah satu acara, saya selalu menjadi orang yg ditunjuk sebagai "food tester" hanya untuk memastikan bahwa makanan tersebut tidak mengandung ikan. Terkenang pula gado-gado Cikini yang selalu kami makan bila beliau bertemu dengan murid-muridnya. Sederhana memang, tapi itulah beliau. Dengan kesederhanaannya mampu menyenangkan banyak orang. Dengan keramahannya mampu merangkul semua kalangan. Dokter, seharusnya saat ini kita bertemu, berdiskusi layaknya senior-senior yang sedang menjalani stase informal, mentraktir kami gado-gado kembali seperti yang dokter pernah janjikan. Namun, takdir berkata lain. Rencana Tuhan siapa yang tahu. Kehilangan seorang guru adalah duka bagi muridnya. Terima kasih dokter, jasamu, keramahanmu, kebaikanmu akan selalu kami kenang. Maafkan kami karena belum dapat sepenuhnya menerapkan ilmu yang engkau berikan. Sampai kita berjumpa lagišŸ¤²"
dr. Maryko Awang Herdian, MKK, SpOk - Friday, September 11, 2020
"Saya kenal langsung beliau saat menjadi mahasiswa MKK dan PPDS Kedokteran Okupasi. Stase industri informal adalah stase terakhir yang ga bakal terlupakan seumur hidup oleh saya pun dibimbing langsung oleh beliau. Beliau orang yang begitu baik dan bersahaja. Selalu tersenyum dan menghargai waktu. Ahhh terlalu banyak hal baik yang ada di diri beliau. Selamat jalan nkong Dadi semoga posisi yang terbaik di sisi Tuhan yang engkau dapatkan."
dr. Ajeng Amelianingtyas - Monday, September 21, 2020
"Dr. Sudadi itu dosen saya, saya pernah semacam praktik lapangan dengan beliau. Beliau orangnya sangat ramah, humble, dan pribadi yang mengesankan. Jika teringat tentang beliau, yang ada di memori saya adalah tawa dan senyumnya yg khas..."
Kenal dengan mendiang? kirim testimoni anda semasa hidup dengan mendiang disini:

*Proses pengiriman testimoni akan menggunakan nomor hp yang terdaftar di WhatsApp untuk verifikasi