dr. Titus Taba, SpTHT-KL

dr. Titus Taba, SpTHT-KL

Dokter

Lahir: 7 Juli 1960
Wafat: Makassar, 26 Agustus 2020

Selain menjabat sebagai Ketua IDI Wilayah Papua Barat, dr. Titus Taba, SpTHT-KL juga bertugas di RSUD Kabupaten Sorong. Tercatat pernah menjadi Ketua Komite Daerah Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (Komda PGPKT), beliau aktif mendorong majunya program peningkatan kesehatan indera pendengaran di Provinsi Papua Barat. Berkat kerja kerasnya bersama tim, eksistensi dan perkembangan Komda PGPKT semakin terlihat di lingkup nasional maupun internasional1.

Dr Titus Taba menamatkan Pendidikan Kedokteran dan Program Pendidikan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar. Pada kurun waktu 2020-2023 ini, Beliau ditugaskan meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) sambil tetap mengajar sebagai dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Papua, Sorong.

Bagi tanah Papua, dr Titus Taba adalah sosok dengan karya dan pengabdian yang luar biasa. Perjalanan karir semasa hidupnya telah memberikan inspirasi dan motivasi kepada banyak orang, terutama pada tenaga kesehatan di bidang pelayanan kesehatan indera pendengaran2.

Sejak pandemi COVID-19 menginjak Papua Barat, beliau dipercaya mengatur sumber daya manusia (SDM) kesehatan bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di provinsinya. Beliau tak segan-segan menyampaikan apresiasi dan berkomunikasi dengan anggota tim yang dipimpinnya sampai empat hari sebelum berpulang.

Pada pertengahan Juli 2020, dr Titus mengeluh demam dan nyeri di bagian perut. Pemeriksaan COVID-19 dengan alat pemeriksaan cepat menunjukkan hasil non-reaktif. Karena tidak kunjung membaik, dr Titus terbang ke Makassar dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut di RS Wahidin Sudirohusodo. Setelah terkonfirmasi positif COVID-19 pada 22 Agustus 2020, dr Titus Saba mulai dirawat di ruang isolasi rumah sakit tersebut. Sang istri, dr Jenny yang tidak menunjukkan gejala apapun, ternyata juga terinfeksi virus SARS Cov-2 sehingga beliau diisolasi bersama suami tercinta.

Akhirnya, setelah empat hari dirawat intensif di RS Wahidin Sudiro Husodo, Tuhan Yang Maha Esa boleh mengizinkan dr Titus Saba berpulang karena COVID-19 pada 26 Agustus 2020. Kini dr Titus Saba telah tiada dan meninggalkan tanah Papua yang dicintainya. Meskipun demikian, masih ada teladan dan karya-karya beliau yang harus dilanjutkan sampai program kesehatan indera pendengaran di provinsi Papua Barat berhasil. Selamat jalan, dr Titus…

Testimoni:

dr. Dance Sraun, Ketua Komda PGPKT Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat: Dearest dr. Titus Taba. Jasamu tak terlupakan untuk menuju Sound Hearing 2030. Rest in Peace.

Dr Alvinsyah Pramono, rekan sejawat dari New Jersey, Amerika3: Saya sedih sekali. Mengingat jasa-jasa beliau dalam karir saya. Para senior dan kolega di Bandung dan Makassar tadi pagi menelepon saya. Mereka tahu betul andil dr. Titus dalam perjalanan saya sebagai dokter sampai hari ini. Rest in Peace dr. Titus Taba, Sp.THT-KL. He will be missed.”



_________________________
1 https://dinkespapuabarat.wordpress.com/2020/08/28/in-memoriam-dr-titus-taba-sp-tht-kl/
2 https://dinkespapuabarat.wordpress.com/2018/11/10/dunia-tidak-lagi-sunyi/
3 https://dinkespapuabarat.wordpress.com/2018/01/22/miniproject-yang-maxi/
Dien Kuswardani _ Sekretaris Eksekutif PB IDI - Saturday, September 5, 2020
"Saya kenal Alm sejak menjadi Ketua IDI Cabang Sorong, alm sangat baik dan penuh perhatian kepada organisasi IDI. Kami sering berkomunikasi soal organisasi. Alm kalau ke Jakarta selalu mampir ke Sekretariat PB utk bertemu dan berkhabar. Selamat jalan Dr.Titus"
Mardiah Tahir - Saturday, September 5, 2020
"Alm Titus Taba dan istrinya Yenny Ritung adalah penggerak / penyemangat utama di Angk kami Dapur Seni FK Unhas Angk 1979.. kami semua kehilangan Titus kami, sang pencipta Mars DS’79.. Rest in heaven saudaraku"
Afifan Ghalib Haryawan - Saturday, September 5, 2020
"Saat saya menjadi dokter internsip di Sorong, saya mengetahui bahwa tidak ada yang tidak kenal dengan dr Titus. Masyarakat Papua Barat pasti sangat kehilangan dokter THT di Sorong ini."
Ong Tjandra - Saturday, September 5, 2020
"Sahabatku yg murah senyum, rendah hati dan penuh pengabdian bagi masyarakat Papua. Teladanmu bagi generasi muda sangat berarti. Walaupun kita selalu berbeda Kabupaten pada saat mengabdi di Papua baik saat dokter umum maupun sebagai dokter spesialis tapi kita selalu berhubungan baik lewat radio SSB dan media sosial. Engkau adalah cerminan dari kasih Tuhanmu. GBU and your Family"
Eri Hendra Jubhari - Saturday, September 5, 2020
"RIP dr. TitusSemoga dr. Jenny bisa pulih...."
Simon Sampe - Saturday, September 5, 2020
"Teman yg baik dalam memajukan kesehatan di Papua Barat , kami selalu berjuang bersama untuk meningkatkan mutu pelayanan di RSUD kab Sorong , teman yg baik dalam diskusi . Teman yang selalu peduli terhadap adik- adik dokter intensif . Selamat jalan teman/sobat yang baik"
Nur ilhami - Saturday, September 5, 2020
"Senior kami yang baik hati, berdedikasi tinggi terhadap kemanusiaan. Semoga beristirahat damai . Amin"
Ong Awarudin - Sunday, September 6, 2020
"Dr. Titus Taba adalah sosok senior yg memberi teladan dengan tindakan nyata, sering berbagi ilmu"
selvina manurung, RSUD pasar minggu - Sunday, September 6, 2020
"Saya terhitung adalah murid beliau saya pernah bertemu beliau di suatu acara pertemuan ilmiah perhati, beliau adalah sosok yang patut di jadikan teladan, selamat jalan dokter, disini kami masih berjuanh"
Paulina Taba - Sunday, September 6, 2020
"Saudaraku yang murah senyum, rendah hati, tidak sombong, tidak pernah menonjolkan diri, dan sering memotivasi kami untuk berbuat baik kepada orang lain serta tidak menyebarkan hoaks. Dr. Titus Taba, Sp THT-KL sangat mengayomi kami saudara-saudaranya. Kami menganggap almarhum sebagai pengganti papa yang telah meninggalkan kami tahun 1993 meskipun almarhum merupakan anak ke 4 dari 7 bersaudara. Segala sesuatu yang kami akan lakukan pasti didiskusikan pertama kepadanya. Almarhum sangat mengasihi mama yang masih hidup dalam usia sekitar 92 tahun. Setiap almarhum ke Makassar pasti singgah melihat mama, membawa makanan dan menyuapkannya kepada mama, menyanyikan lagu2 penyembahan bersama mama yang terbaring di tempat tidur. Pada saat tiba di Makassar tgl 22 Agustus 2020 untuk berobat, almarhum tdk sempat singgah di rumah kami dan menyampaikan permohonan maaf untuk tidak singgah melihat mama karena rasa sakit yang tdk tertahankan dan perlu diinfus. Meskipun almarhum tdk ketemu mama tetapi pesan yang dikirimkan menunjukkan kasihnya kepada mama sampai akhir hayatnya.Kalau kami kumpul keluarga, almarhum akan meminta ponakan-ponakan dan cucu-cucu untuk bernyanyi dan setelah menyanyi pasti ada hadiah. Jika almarhum berada di Makassar sampai hari Minggu dan memiliki waktu, kami saudara2nya diajak untuk memuji Tuhan melalui paduan suara dengan membawakan lagu2 yang dibuat atau diaransirnya seperti lagu *Tuhan Gembalaku* yang sempat dinyanyikan secara virtual bersama VG Sharing Partitur (Shapa) untuk dipersembahkan kepada nakes. Ini pengantar yg almarhum minta saya tuliskan di pengantar lagu tersebut yang dishare di youtube. Lagu ini dipersembahkan kpd tenaga kesehatan di garda terdepan melawan covid 19. Jangan takut, Tuhan Gembala kita. Saat-saat terakhir almarhum masih sempat bergabung bersama VG Shapa dalam lagu *Doa Anak Negri* yang dapat dilihat di medsos sejak tanggal 6 Agustus 2020.Selamat jalan adik dr. Titus Taba, Sp THT-KK. Kami sangat kehilangan tetapi Tuhan lebih sayang Engkau. Damailah bersama Bapa di sorga.Tuhan Yesus akan memelihara dan menyertai adik Jenny Ritung, nak Novenska Taba dan nak Eldon Siwabessy serta nak Junetta Airene Priskila Taba ❤️🙏"
dr. Eva Nurfarihah, SpTHT-KL/ Komda PGPKT Pontianak - Sunday, September 6, 2020
" "Seorang senior yang rendah hati dan panutan dalam bakti sosial. Komnas dan Komda PGPKT (Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian) sangat kehilangan. Selamat jalan dok, semoga kami bisa melanjutkan kegiatan bakti sosial dan amal baik mu... ""
Dr. Elypas Palangi, Sp.Rad - Sunday, September 6, 2020
"Dr. Titus Taba adalah sosok yang patut menjadi panutan semua orang utamanya bagi para dokter. Pengabdian yg tulus baik dalam bidang kesehatan terlebih di bidang kerohanian serta perhatikan dan kasih sayang kepada keluarga dan masyarakat merupakan perpaduan dari karakter almarhum yang bagi saya patut jadi contoh. Selamat jalan sdrku ke Surga Rumah Bapa, beristirahatlah dengan tenang dan damai bersama Orang2 Kudus lainnya di dalam Firdaus. Dan kepada adinda dr.Jenny Ritung bersama anak2 dan seluruh keluarga , tetaplah semangat dan bersyukur kepada TUHAN karena semua ini terjadi oleh karena kehendakNya. Tuhan yg memberi, Tuhan pula yg mengambil, terpujilah nama TUHAN. 😭🙏🙏🙏"
Riswan - Sunday, September 6, 2020
"Senior dan Bapak yang baik, seorang yg sabar dan selalu mau mendengar, segala masalah dapat terpecahkan dengan ketenangan beliau, acara IDI Cab, rapat2 terasa kurang tanpa kehadiran beliau. Dr. Titus, kami yakin dan percaya kini engkau telah bersama para kudus, beristirahatlah dengan damai di rumah Bapa Sorgawi. 🙏😇"
Wierna Warszawanti - Thursday, September 10, 2020
"Saya hanya kenal dari group WA Sharing Partitur , walau tidak pernah jumpa secara fisik , tapi sy merasakan beliau sosok yang baik , penuh suka cita terbukti beliau dapat mengaransemen lagu2 rohani dengan baik..selamat jalan dr.Titus Taba"
Maya - Thursday, September 10, 2020
"Alm. Punya jiwa sosial yg luar biasa. Teladan yang luar biasa❤️🙏"
dr. Arida Sumbayak - Thursday, September 10, 2020
"Bagi saya yang yatim piatu, beliau menjadi seperti sosok Ayah.Bahasa kami sama, yaitu melalui musik/ lagu. Kenangan bersama beliau:- Jan 2010: beliau bersama Tim Komnas PGPKT, menjadi pemateri dan melatih kami dokter anggota IDI Cab. Toraja Utara, Sulawesi Selatan dalam Gangguan Pendengaran dan Ketulian serta skill melakukan Test Pendengaran dan Ekstraksi Serumen.- Jan 2010 itu juga, Komda PGPKT Toraja Utara di lantik .- Feb 2017, beliau dan saya, bersama-sama memimpin seluruh peserta The 1st Sound Hearing 2030 World Congress di New Delhi, India, untuk menyanyikan Mars Sound Hearing International yang saya ciptakan (atas motivasi beliau dan TS dr. Tjandra Manukbua, SpTHT-KL) . Beliau menjadi dirigen, saya yang mengiringi dengan musik. Selama perjalanan di India, kami banyak waktu untuk berbincang. Banyak nasehat beliau kepada saya waktu itu, terutama bahwa menjadi dokter itu adalah suatu panggilan pelayanan, supaya kita tetap bersyukur dan tidak bersungut2 jika akhirnya harus melayani bahkan di saat kelelahan . Beliau memberi nasehat sambil tatapannya menerawang ke kejauhan, sehingga sama sekali tidak ada kesan menggurui, bahkan sepertinya merupakan bagian dari perenungan evaluasi bagi dirinya juga. - Mei 2018: Kami bertemu lagi pada acara Temu Komda Komda PGPKT seluruh Indonesia di Jakarta. Waktu itu beliau mengingatkan saya, bahwa gerakan tangan saya dalam memimpin lagu Indonesia Raya pada acara pembukaan , ada kesalahan. Wah, saya semakin takjub dengan beliau yang teliti sekali. Tentu saja bimbingannya itu jadi saya ingat seumur hidup. November 2019: saya di invite beliau masuk dalam Group Shapa (Sharing Partitur), tempat kami di seluruh Indonesia dapat saling bertukar partitur2 Paduan Suara. Kami tidak saling mengenal dalam group itu, tapi semakin lama semakin akrab, hingga akhirnya bersama-sama membuat virtual choir menyanyikan lagu ciptaan beliau "Tuhan Gembalaku" yang dipersembahkan untuk seluruh Tenaga Kesehatan yang berjuang di garda terdepan melawan covid 19, dan lagu "Doa Anak Negeri" dalam rangka Dirgahayu RI ke-75. Kami semua angggota group, sangat merasa kehilangan, dan akhirnya membuat lagi virtual choir "Ku Tetap Setia" khusus untuk mengenang beliau yang tetap setia dalam panggilan pelayanannya kepada semua orang, tanpa memandang SARA bahkan status ekonomi. - Agsts 2020: sehari sebelum beliau "pergi", saya masih sempat memberi semangat dan bahan bacaan Majalah Samarintan bentuk pdf tentang Tantangan Dokter Kristen dalam panggilan pelayanan saat pandemi2 yang pernah menimpa dunia. Juga berdiskusi dengan TS dr. Tjandra Manukbua SpTHT-KL, agar beliau secepatnya menerima Therapi Plasma Konvalensence yang plasmanya bisa dikirim dari RSPAD Gatot Soebroto, apalagi beliau adalah Dokter TNI.Tapi Tuhan berkehendak lain. DIA teramat sayang kepadanya. DIA memanggilnya. Menyatakan bahwa tugas pelayanan beliau yang luar biasa itu sudah selesai. Apa yang sudah dikerjakan beliau, selalu memberi inspirasi. Karena beliau juga selalu menshare di FB, WA Group Komnas PGPKT dan IG nya. Kamipun di Group WA Komnas PGPKT, membuat Virtual Choire "Doa Anak Negeri" untuk mengenang beliau sebagai anak negeri Indonesia yang mencintai bangsanya secara luar biasa. Khususnya bagi saya, kegiatan2 nya sebagai Ketua Komda PGPKT Kab. Papua Barat, dengan segala keterbatasan daerah Papua, membuat saya jadi bertanya sendiri, apa yang sudah saya kerjakan sebagai Ketua Komda PGPKT Toraja Utara, dengan kondisi alam yang jauh lebih baik dari Papua Barat?Selamat jalan Dok Titus. Berbaringlah dulu di bantal terakhirmu dalam keabadian. Selamat menerima mahkota kehidupan yang DIA janjikan. Sampai jumpa lagi di Maranatha ya Dok. Engkau betul-betul akhirnya membuktikan, "Karena bagiku, hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan" ( Filipi ). Saat bunga-bunga ini saya taburkan di pusara digitalmu, cucu laki-laki pertama mu, baru saja lahir 1 hari, sungguh ajaib Tuhan, DIA memberikan kepada semua orang yang kehilangan beliau, seorang dr. Titus Taba junior. Ada pekerjaan besar yang akan dilakukan oleh si kecil ini nantinya. Selamat menjadi Oma untuk dr. Jeny Ritung SpKK. Tuhan memberkati seluruh keluarga."
Dr. Tumpal Simatupang, Sp. THT-KL (Sorong) - Thursday, September 10, 2020
"Saya sebagai rekan kerja almarhum Dr. Titus di RSUD Kabupaten Sorong sangat merasa kehilangan. Beliaulah yang mengajak saya untuk bergabung di RSUD Kab Sorong dan saya diperlakukan sangat baik. Saya sudah menganggap beliau sebagai orangtua. Saya belajar banyak hal, bukan hanya ilmu THT tapi juga tentang hidup bagaimana untuk bersabar dan melayani dengan hati. Beliau selalu meluangkan waktu setiap akhir pekan untuk mengunjungi daerah2-daerah tertinggal di wilayah Papua Barat dan melakukan pengobatan gratis dengan biaya sendiri. Saya sangat terharu dengan pengabdian beliau. Mendengar beliau pergi untuk selamanya tidak terasa air mata terus jatuh, sedih dan tidak bisa berkata-kata. Hanya bisa mengenang kebersamaan dengan beliau. Pertemuan kami terakhir tanggal 20 Juli 2020 disaat Grand Opening RSUD Kabupaten Sorong. Beliau mengajak saya berfoto berdua, katanya “Untuk kenang-kenangan”. Air mata terus mengalir melihat foto itu. Orang tua yang baik ini pergi untuk selamanya. Semoga kami bisa meneruskan semua yang baik yang ditinggalkan. Beristirahatlah dengan damai di Surga bersama Yesus. ❤️🙏"
dr Dinar Rosmala SpTHTKL - Thursday, September 10, 2020
"Terimakasih dr Titus... Semangat mengabdi pada masyarakat di daerah dengan keterbatasan sarana dan prasarana... Selalu menginspirasi dan memberi semangat pada saya... Selamat jalan dok.."
dr. Ranlis HT. - Thursday, September 10, 2020
"Smart, sabar dan penuh bakti sosial."
dr. Bintang B.M. Napitupulu, Sp.T.H.T.K.L (RS Immanuel Bandung) - Thursday, September 10, 2020
"Saya mengenal beliau sebagai senior THT di FK-UNHAS, senior yang sangat rendah hati, selalu tersenyum, ramah, hidup mengandalkan Tuhan dan menjadi teladan dalam setiap karya dan karsanya. Beliaulah yang rela dari pulau ke pulau untuk memberikan layanan THT dan memberi perhatian kepada anak-anak di kepulauan. Beliau adalah Sosok panutan yang tidak banyak bicara tapi aksi nyatanya kepada sesama dapat dirasakan. Beliau mengajarkan banyak kebaikan dan bagaimana manjalani hidup yang memberkati sesama. Mengenal sosok beliau sebagai kakak dan sejawat adalah suatu kehormatan. Semoga Beliau tersenyum bahagia di keabadian karena kami akan meneruskan semua kebaikan yang sudah beliau lakukan dan contohkan kepada kami, hidup untuk kemuliaan Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama 🙏"
Linda Semi (SHAPA) - Thursday, September 10, 2020
"Tidak kenal secara fisik, tapi kami merasakan persaudaraan yang kuat dalam grup berbagi partitur (SHAPA). Beliau yang mengkoordinir kami semua dari seluruh daerah di Indonesia ini. Beliau tidak pelit dalam berbagi lagu dan ilmu musik. Biarlah dr Titus mengumandangkan suara indahnya dari Surga Rumah Bapa.."
Hendra Simare - Sharing Partitur - Thursday, September 10, 2020
"Sejak bergabung dalam sebuah WA Group (Sharing Partitur) saya bisa merasakan ketulusan dan kerendahan hati beliau. Dokter Titus Taba, sosok yang berkharisma, penuh damai dan sukacita. Kami sangat kehilangan dan akan selalu mengenangmu dan karya-karya serta pelayananmu, Dok. Tenanglah di keabadian."
SETIA ROIDA SIHOMBING - Thursday, September 10, 2020
"Dr. Titus Taba, ORANGTUA SHAPA KAMI, begitu saya menyebut beliau. Saya kenal beliau dari sebuah grup WA. *SHARING PARTITUR* namanya. Sebuah grup yang digagas oleh beliau sebagai wadah buat kami untuk saling berbagi partitur koor. Beliau mengumpulkan kami anggota grup dari Sabang sampai Merauke. Dari grup itu sedikit banyak saya mengetahui siapa beliau, bagaimana beliau, dan benar saya bisa menyimpulkan beliau orang yang sangat BAIK dan LEMBUT. Beliau memang benar-benar menjadi sosok orangtua bagi kami di grup itu dan sangat pantas untuk diteladani. Tutur bahasa yang lembut dan sopan apabila menyapa kami di grup ataupun kadang kalau menengahi perdebatan pendapat di grup tersebut. Kalau ditanya sedih kehilangannya?SANGAT SANGAT SEDIH...😥😥😥 Walaupun konteksnya saya tidak kenal secara fisik dengan beliau, SAYA MERASA SANGAT KEHILANGAN BELIAU 😭😭😭😭. Bisa membuat saya selalu menangis melihat foto dan video beliau. Setiap berita tentang beliau 😭😭😭😭. Akh, dokter... Kami mengasihimu tapi Tuhan lebih sayang padamu. SELAMAT JALAN DOKTER. SELAMAT JALAN ORANGTUA SHAPA KAMI. SAMPAI BERTEMU KEMBALI DI YERUSALEM BARU 😭😭😭😭🙏🙏🙏🙏🙏"
Jaka Supriyadi - Cirebon -Shapa - Thursday, September 10, 2020
"Mengenal beliau melalui dunia maya tidak menghalangi beliau menjadi sosok seorang Bapak sekaligus Sahabat. Dari group Shapa - Sharing Partitur, saya menemukan seorang bapak yang sangat membimbing dan menginspirasi. Lewat lagu-lagu beliau juga "Tuhanlah Gembalaku" sangat menyejukkan bagi siapapun yang menyanyikan ataupun mendengarkan. Selamat beristirahat dalam Kedamaian Abadi di Surga ya Pace."
Nenny - Thursday, September 10, 2020
"Selamat jalan bapa Titus tenanglah bersama Yesus Kristus di surga"
Dody Jefri Manalu - Thursday, September 10, 2020
"Terima kasih atas dedikasimu untuk negeri. Selamat jalan, jasamu akan terukir indah di hati..."
Devina Bandung - Thursday, September 10, 2020
"Dokter yang rendah hati, ramah dan penuh kasih juga perhatian, tidak hanya untuk keluarga dan pasiennya pun kami para sahabatnya. Dari jauh bersapa dan menyapa. Doa kami untuk istirahat kekal dokter Titus Taba. Semoga surga dan Tuhan Yesus selalu memelukmu. RIP dokter kami semua."
Ishak (ShaPa). - Thursday, September 10, 2020
"Sangat sedih kehilangan pak dr Titus yg baik, beliau pendiri group wa ShaPa(sharing partitur), beliau seorang motivator, baik hati, dan suka bercanda. Walau tidak pernah bertatap muka secara langsung tetapi saya dan teman2 di group ShaPa bisa merasakan kehangatan dan kebaikan pak dr Titus Taba. Pak dr Titus Taba karya dan kebaikanmu akan selalu kami kenang.🙏🙏🙏"
Nuch Sabunga (RSUD dr. Doris Sylvanus Palangkaraya) - Thursday, September 10, 2020
"Sangat kehilangan sosok yang sangat baik hati, walaupun sdh beberapa minggu pergi meninggalkan kita selamanya tapi rasa sedih kdg2 masih terasa, terima kasih selalu menasehatiku untuk menjaga diri dgn APD saat bertugas, terima kasih atas support lagu2nya dan ayat firman Tuhan yg kdg2 dikirim setiap hari Minggu. Selamat jalan senior, Damailah bersama Allah di surga"
Marlin Ritung - Friday, September 11, 2020
"Kak Titus sosok yang sangat manis hatinya, lemah lembut, tidak pernah marah, sangat peduli, terutama kepada anak-anak. Saat ke Jakarta pasti selalu mengajak kami ,adik2 dan ponakan, untuk makan bersama. Kenangan indah dan lucu saat kita selalu travelling bersama membuat rindu, dan membuat air mata ini mengalir lagi. Bapak Titus, saat melihatmu datang di Makassar, hati ini kaget melihat kondisi tubuhmu yang lemah dan sakit. Ya Tuhan, sakit apa kakakku ini. Pulihkanlah supaya bisa melihat cucu pertama mereka lahir. Manusia merencanakan tetapi Tuhanlah yang menentukan. Selamat jalan kakak tersayang. Selamat menikmati Yerusalem baru."
Ferianto Ritung - Friday, September 11, 2020
"Pakde, nama itu biasa disapa oleh anak kami. Kakak bagi saya, Anas dan saudara lain. Tidak ada kata yang lebih manis lagi yang bisa kami berikan padanya, selain teramat baik. Lewat tutur kata dan syairmu, nyaris kami iri dengan kesempurnaan dalam hidupmu. Kadang kalau ke Jakarta, walaupun tidak bersama istri tercintamu, Dr. Jenny Ritung, Sp.KK, tetap mengajak kami adik-adikmu dan ponakan untuk berkumpul. Teramat banyak kenangan indah bersamamu dan hampir tidak ada kejelekan dalam tingkah lakumu terhadap saya, Anas dan anak-anak. Peduli sosialmu sangat tinggi. Semenjak kepergianmu, lagu ini selalu kunyanyikan... "Ya Tuhan, Kau hadir di sini. Berkati keluarga kami. Urapan kuasa kasihmu, naungi cinta kasih kami. Ya Tuhan, Nahkoda yang Agung, labuhkan bahtera hidup kami ke pantai indah bahagia bersamamu, Tuhan. Hidup penuh bahagia. Saat kami dekat pada-Mu, setia mendengar suara-Mu, teguh janji kami, Rohmu menjadi penolong yang selalu hadir setiap waktu dan beri kekuatan yang baru sepanjang hidup kami... Selamat tidur yang panjang, kakak😍 bersama karya dalam keabadiamu serta salam cinta buatmu nun jauh di sana 😍🥰🙏🏻"
Anna - Saturday, September 12, 2020
"Dokter yg penuh kasih sayang. Kulit memang tidak hitam, rambut memang lurus... Tapi hati selalu tulus mengabdi di Papua...Kalo jalan ke Sorong, siapa yg tak kenal dr.Titus, semut di tanah papua pun tau kebaikan beliau... Dokter dengan sejuta kasih kepada pasien...terutama kasihnya pada anak Papua, selalu terpancar dari mata dan lisannya.. Teduh.. Begitulah yg saya nilai dari beliau.. Rest In Peace dok...😢"
Jemi Tubung - Saturday, September 12, 2020
"Kami keluarga besar IDI cabang Teluk Bintuni sangat merasa kehilangan sosok senior yang rendah hati dan tulus melayani. Secara pribadi, saya merasa kehilangan seorang guru dan senior yang selalu membimbing dan memberikan petunjuk dengan sabar dan tanpa pamrih. Hormat kami pada dr. Titus Taba, SpTHT-KL, guru dan senior kami 🙏"
O.M. Tandi Bua - Saturday, September 12, 2020
"Beliau saudara dalam Tuhan, teman dalam bekerja di RSUD kab. Sorong. Beliau pemberi contoh teladan yang baik."
Selma Lengkong - Sunday, September 13, 2020
"Walaupun hanya pernah ketemu 1x tapi saya sangat terkesan dengan kebaikkan alm terlebih dengan kebersamaannya dengan istri tercinta, kakak dr. Jenny Ritung. Tuhan Yesus Sumber Penghiburan dan kekuatan bagi kaum keluarga yang ditinggalkan... Amin"
Julianti Ritung - Saturday, September 12, 2020
"Kakak yang sangat baik, penyayang, rendah hati, sederhana, pintar, dermawan, suka menolong, tidak pernah marah, motivator, tulus, sabar, suka melucu, kreatif, dan banyak lagi sifat serta sikapnya yang luar biasa menyenangkan serta patut jadi teladan bagi kami adik-adiknya. Bahkan orang lain yang mengenalnya maupun yang tidak mengenalnya. Tidak kuasa air mata ini menetes saat mengingatmu telah tiada. Merasakan engkau masih bersama kami, kak. Terlalu cepat engkau pergi. Kami masih sangat membutuhkanmu hadir di tengah keluarga kita yang penuh keharmonisan dan kasih sayang. 🤗Tuhan, kenapa Engkau mengambilnya begitu cepat? Kakak yang sangat baik, yang penuh dengan candaria dan kelucuannya yang membuat kami selalu tertawa bahagia. Namun kami ikhlas karena Tuhan lebih mengasihimu. Perbuatan-perbuatan baikmu, karya-karyamu, nasehat-nasehatmu selama hidup akan terus dikenang karena apa yang sudah engkau buat senantiasa menyenangkan dan memuliakan Tuhan. 🙏🏻🙏🏻 Engkau sudah kembali ke pangkuan Allah Bapa di surga. Engkau senantiasa tersenyum dan bahagia bersama Sang Penciptamu. Selamat beristirahat dalam keabadianmu, kakakku sayang. Kami sangat merindukanmu.. 😭😭😭 Sampai berjumpa di Yerusalem baru. 🙏🏻🙏🏻"
Surya Sitepu - Jakarta - Monday, September 14, 2020
"Kak Titus Taba orangnya sangat baik, ramah, dan murah senyum. Beberapa kali ketemu di gereja kalau beliau ke Jakarta bersama kak Jeny dan anak2nya. Keluarga yang sangat kompak dan selalu keren. Kak Titus dan kak Jeny sangat suka melayani Tuhan Yesus. Selamat Jalan ke rumah Bapa di sorga, kak Titus. Selamat memuji-muji Allah di surga. Buat Kak Jeny dan anak2 serta cucu, Roh kudus yang menjadi penghibur dan pemimpin hidupmu. Lanjutkan terus hidup menggenapi Rencana Tuhan Yesus atas kehidupanmu. Selamat berjalan bersama Roh Kudus. Amin"
Kenal dengan mendiang? kirim testimoni anda semasa hidup dengan mendiang disini:

*Proses pengiriman testimoni akan menggunakan nomor hp yang terdaftar di WhatsApp untuk verifikasi