dr. Ignatius Stanislaus Tjahjadi, SpPD

dr. Ignatius Stanislaus Tjahjadi, SpPD

Dokter

Dokter Ignatius Stanislaus Tjahjadi, SpPD telah dipanggil ke rumah Bapa karena komplikasi COVID-19 pada hari Senin, 31 Mei 2020 di usia 64 tahun. Sebelumnya beliau sempat di rawat di ruang ICU RS Adi Husada Undaan Wetan Surabaya selama 4 hari.

Sampai di saat terakhir, dokter ahli penyakit dalam lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya ini masih mendampingi pasien-pasien beliau dan mengobati mereka di tempat praktiknya, walaupun kerentanan COVID-19 sangat tinggi. Kepergian beliau yang terjadi begitu cepat seakan hanyalah mimpi di benak sanak saudara yang ditinggalkan. Beliau sudah tidak berada di sisi kita, tetapi malah akan selalu berada dalam hati dan kenangan indah kerabat, jawatan dan sanak saudara yang dikasihinya.

Dokter Tjahjadi, atau yang dikenal dengan panggilan akrabnya Stanley, adalah seorang suami, ayah tercinta dan terutama seorang pahlawan di bidang kesehatan. Disiplin dan teratur, dua kata tersebut adalah prinsip hidup dr. Tjahjadi. Sebagai dokter, beliau disegani di bidang keahliannya. Ini karena dr. Tjahjadi senantiasa berbekal dengan prinsip kerja yang konsisten dan karenanya beliau sangat dikasihi oleh pasien-pasiennya. Tidaklah jarang beliau memarahi pasien yang sering datang ke tempat praktek karena itu berarti bahwa pasien tersebut tidak menjaga kesehatannya. Karena perhatian beliau kepada tiap pasien, pasien-pasien beliau selalu setia dan selalu mempercayakan urusan kesehatan mereka di tangan beliau. Dr. Tjahjadi dikenal sebagai dokter yang murah senyum, berilmu tinggi dan periang.


Beliau selalu merencanakan dan memilih keputusan dengan rasional, inilah yang beliau wariskan kepada kami, anak-anaknya, sejak kecil. Dengan pribadi yang gigih dan beriman kuat, beliau mampu membangun keluarga yang sangat dekat dengan landasan cinta kasih dan keimanan. Beliau tidak segan bekerja keras untuk masa depan keluarganya, tetapi selalu berusaha meluangkan waktu untuk bersantai di luar jam praktek. Berbagai kenangan indah terbentuk di kala beliau mengajak keluarga berpelancong ke berbagai pelosok dunia, hadiah untuk anak-anaknya walaupun beliau tidak dapat menikmati segala hal itu sewaktu kecil.


Rasa rindu kepada beliau tentulah timbul ketika beliau meninggalkan kita untuk pergi ke tempat yang lebih indah daripada dunia ini. Kadang-kadang rasa rindu itu datang mendadak dan mendatangkan rasa duka yang mendalam. Tetapi dengan iman yang diwarisi dari beliau, kekosongan dan kerinduan ini akan suatu hari dijadikan sukacita karena beliau telah dipulangkan ke rumah Allah Bapa di Surga.



Berdasarkan penuturan ketiga putri almarhum: Felicia Bianca Tjahjadi, Maria Natasha Tjahjadi dan Angela Kimberly Tjahjadi.
Dahlia Rury - Sunday, September 6, 2020
"Semoga amal ibadah dan perjuangan sebagai tim medis akan mendapatkan pahala yg setimpal di akhirat, jalannya dilancarkan menuju Sang Pencipta. Semoga kelg yg ditinggalkan bisa ikhlas dan diberi kekuatan, diberi kesehatan. Semoga senyummu dan sapa mu setiap visit tetap kami ingat dok...."
TOMMY - Monday, December 28, 2020
"Selamat Jalan Dok. Jasa-jasamu kukenang selalu"
dr. Maria Ingrid, SpS - Monday, December 28, 2020
"Dia kakak saya satu-satunya... Sangat pandai dan disegani semua orang, termasuk teman-teman dan pasien-pasiennya. Sungguh saya kehilangan. Begitu mendadak kepergiannya. Sembilan hari sebelum wafatnya baru saja berulang tahun. Tidak ada mengeluh apapun. Tiba-tiba sudah masuk ICU dan tidak berjumpa lagi selama-lamanya.. Semoga engkau sudah berada di surga dalam kedamaian dan kasih Allah. Bahagia selama-lamanya"
dr. Hafiz - Tuesday, December 29, 2020
"Awal 2013 saat pindah Surabaya, saya opname di RS karena DHF. Beliau selalu visite saya tiap jam 5 pagi. Terlihat kalau beliau adalah dokter yang care, disiplin, serta berkomunikasi dengan baik kepada pasien/nakes. Saat kuliah, kalau sakit saya selalu ke tempat praktek beliau. Beliaupun sering memberikan nasehat, menanyakan kabar, bahkan menggratiskan biaya berobat. Terimakasih dr. Stanley sudah sering memberikan saya wejangan-wejangan selama 6 tahun saya di Surabaya."
dr.Willy Tasman - Tuesday, December 29, 2020
"TS dr. Stanley adalah sahabatku sejak SMA di Colese Canisius. Dia termasuk teman yang terpandai ketika sekolah dulu, dia tidak saja cemerlang otak tapi juga budi bahasa serta sosialnya patut diacungkan jempol. Waktu berlalu cepat lama tidak berjumpa, akhirnya saya berinisiatif untuk mengumpulkan sobat-sobat yang sudah tercerai berai sekian lama kita berpisah. Akhirnya setelah usaha bertahun-tahun akhirnya bisa terkumpul sobat-sobat lama. Salah satu diantaranya adalah Stanley, nama akrab yang sering terucap pada semua teman-teman saya. Setelah mengadakan reuni-reuni akhirnya saya bisa jumpa lagi dengan dia dan terbinalah komunikasi yang baik, karena dia adalah sobat yang terbuka, komunikatif dan penuh perhatian bila kita berkonsultasi tentang masalah penyakit khususnya penyakit dalam yang dikuasainya. Singkat cerita yang berkesan saat terakhir dengan Stanley adalah ketika saya mengucapkan selamat Ulang Tahun kepadanya dan saya tanyakan tentang Covid-19 dan prakteknya. Stanley menjawab bahwa dia tidak mau lockdown karena tanggung jawabnya sebagai dokter harus tetap melayani pasien-pasiennya, terutama yang telah percaya dan menaruh harapan sepenuhnya lewat tangan dingin Stankey sobatku. Saat terakhir saya komunikasi dengan dia adalah kira-kira 3-4 hari sebelum dia masuk ICU. Masih menjawab masalah kesulitan pasien tapi herannya jawabannya hanya singkat saja. Biasanya dia selalu memberi respon jawaban yang panjang lebar dan jelas. Ternyata saat itu dia sudah mengidap Covid-19 tapi dia masih bertahan praktek karena tanggung jawabnya sebagai dokter. Akhirnya saya terkejut setelah mendapat kabar Stanley harus pulang ke rumah BAPA nya di Surga. Selamat jalan sahabatku yang setia dan berdedikasi tinggi serta berintegrasi dalam tugas sebagai dokter."
Andra. CC 74 - Wednesday, December 30, 2020
"Selamat Jalan Bro Stanley. Sedih rasanya bhw kita sama² di Surabaya tapi blm sempat ketemu. Semoga Kita bisa bertemu lagi di tempat dan suasana yg lebih baik lagi. Amin🙏🏻"
dr. Helen - Wednesday, December 30, 2020
"dr Stanley sahabatku yg pandai, baik hati, sabar, care pada semua orang, disayangi kawan2, pasien serta petugas kesehatan yg bekerja bersama; dengan santun, senyum sejuk nya. Setelah berpisah 40 th, kami dipertemukan kembali dalam reuni Angkatan. Stanley khusus datang dari Surabaya ke Jakarta pulang pergi untuk menghadirinya. Masih sempat singgah dengan berapa teman ke rumah teman sejawat yang sakit, men DOA kan, memberi dukungan moril dan materiil, sebelum perjalanan ke airport untuk kembali ke Surabaya. Kami sungguh kehilangan seorang teman yang baik. Selamat jalan sobat. Till we meet again 🙏"
Tonno Supranoto - Wednesday, December 30, 2020
"dr.Stanley adalah Sahabat Kecil ku dikala kanak. Stanley Kecil dikenal sebagai anak yang pandai, karena kecerdasan dan ketelitiannya. Selain pandai, Stanley Kecil juga, sangat rendah hati dan selalu sopan tutur katanya. Di mata saya saat itu, Stanley Kecil tidak ada kekurangan nya , dia orang Hebat dan kelak akan menjadi orang yang sukses. Karena itu, Saya tidak terkejut, setelah 50 tahun kita berpisah dan bertemu kembali dengan Stanley Kecil yang berprofesi sebagai Dokter Ahli Penyakit Dalam, yang masih seperti Kecil dulu : sederhana, rendah hati dan selalu sopan tutur katanya. Alhamdulillah, suatu kepuasan tersendiri buat saya, karena saya masih sempat, untuk menyampaikan Pujian kepada almarhum sebagai orang cerdas, baik dan sopan. Suatu predikat yang sangat layak melekat pada diri Stanley Sahabat Kecil Ku. Stanley sahabat Ku, beristirahatlah dengan tenang dalam istana di surga Mu, disisi Tuhan YME, sesuai amal dan pahala yang kau kumpulkan selama masa hidup Mu, sahabat Ku. Selamat jalan Stanley, Selamat jalan Sahabat Kecil Ku."
Kenal dengan mendiang? kirim testimoni anda semasa hidup dengan mendiang disini:

*Proses pengiriman testimoni akan menggunakan nomor hp yang terdaftar di WhatsApp untuk verifikasi