dr. Machmud, SpBS

dr. Machmud, SpBS

Dokter

Dokter Machmud, SpBS merupakan salah satu alumnus terbaik dan kebanggaan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada angkatan 1981. Beliau juga sangat aktif selama menjadi mahasiswa. Setidaknya lima angkatan ke atas dan lima angkatan di bawahnya pasti mengenal dr. Machmud sebagai sosok yang pintar, cerdas dan lulus dengan cepat.

Beliau pernah mencoba belajar menjadi Spesialis Anestesi, tetapi merasa tidak cocok. Setelah banting setir menempuh program pendidikan dokter spesialis bedah syaraf di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (2001), Machmud akhirnya menjadi salah satu dokter ahli bedah syarat terbaik yang dimiliki bangsa Indonesia.

Sehari-hari dr. Machmud bertugas di RSUD Gambiran dan RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan, Kediri, serta menjadi tumpuan harapan pasien-pasien di wilayah tersebut. Dalam masa pandemi COVID-19 ini beliau terkenal sangat disiplin dan tidak segan menegur mereka yang tidak memakai masker dengan baik.
Di mobilnya tersedia stok masker kain untuk dibagihan kepada orang-orang yang ditemuinya di jalan. "Ayo rek, dokter harus taat pakai APD lengkap ben nggak kena COVID-19, jangan sampai awake dewe kena,” begitu pesan dr. Machmud, SpBS kepada rekan-rekan sejawatnya.

Namun demikian, beliau jutsru terkena COVID-19 dan dirujuk ke Surabaya pada 19 Agustus 2020. Pada hari Rabu, 9 September 2020 pukul 20.35 WIB, dr. Machmud akhirnya wafat setelah dirawat selama tiga pekan di RSUD Dr Soetomo Surabaya.


Kesaksian sejawat almarhum, dr. Inayatullah Rifai, SpOG.:
Insyaallah syahid dan wafat dalam keadaan husnul khatimah. Semoga Allah menerima amal ibadahnya dan memberikan ampunan atas segala kekhilafannya dan menempatkan mulia di sisiNya. Kepada keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan iman, ketabahan dan kesabaran, dan kemampuan untuk melanjutkan cita2 almarhum. Selamat jalan pejuang kemanusiaan. Selamat jalan sahabatku Mas Machmud. Selamat jalan Pahlawan Corona. Semoga perjuanganmu menjadi teladan dan inspirasi kita semua. Semoga kematianmu tidak sia-sia dan membuat masyarakat sadar kembali fatalnya virus Corona.

Sumber:
1. Tulisan rekan sejawat almarhum, dr. Inayatullah Rifai, SpOG.

2. https://surabaya.tribunnews.com/2020/09/10/pesan-dr-machmud-ke-teman-temannya-sebelum-meninggal-akibat-covid-19-di-rsud-dr-soetomo
Yunita Azizatu N.I, S.Kep.Ns - Thursday, September 10, 2020
"Beliau adalah seorang dokter yg low profile, suka bercanda, ramah kpd siapa saja. Tdk jaim. Kenal dg semua perawatnya, hafal dg nama²nya bahkan juga dg non medisnya. Beliau orangnya rame, sll ada tawa saat ada beliau. Rajin visite, dan sll lengkap dlm menulis medical rekord. Sugeng tindak abah, semoga khusnul khotimah...."
dr. Suaida - Saturday, September 12, 2020
"Abah adalah orang yang sangat baik, insyaAllah selalu ikhlas membagikan ilmunya, selalu tegas demi kebaikan anak didiknya Semoga khusnul khotimah abah Machmud...."
Danang K Sapoetra, dr. - Saturday, September 12, 2020
"Kepada Almarhum Guru kami, Abah Machmud, dr., Sp. BS. Semoga Allah mengampuni, memberikan Rahmat, Kesejahteraan dan memaafkan kesalahan beliau. Di balik sikapnya yang tegas, beliau adalah guru yang sangat baik. Beliau pernah berujar kepada kami, "Saya keras ke kalian karena saya sayang seperti anak sendiri agar ke depannya menjadi dokter yang tangguh dan disiplin". Beliau juga sering memotivasi kami untuk selalu semangat dalam menuntut ilmu dan melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Beliau juga taat beribadah dan rendah hati. Sebagai dr. Bedah Saraf seKarisidenan Kediri, beliau juga sekaligus takmir masjid yang selalu ramah kepada para jamaah, low profile sampai orang di masjid tidak mengira kalau beliau adalah seorang Ahli bedah Saraf. Selamat jalan Abah... Saya jadi saksi nanti kalau abah adalah orang yang baik. Semoga Allah memasukkan ke dalam golongan husnul khotimah. Amin."
dr. Anisah Khaira Ummah - Saturday, September 12, 2020
"Allaahummaghfirlahu warhamhu wa’aafihii wa’fu anhu. Seorang guru yg mengayomi setiap anak didiknya. Tak hanya bersahaja, namun jg menjadi keluarga. Tiap kajian ahad selalu membawa nampan berisi minuman untuk para jamaah. Selalu tersenyum bahkan tak segan menyapa terlebih dahulu. Selamat jalan Abah, Allah sendiri yg memilih para syuhadaNya."
Tiara Juli - Saturday, September 12, 2020
"Beliau adalah salah satu guru terbaik kami. Semasa co-ass di RSUD Gambiran Kediri. Selalu sabar membimbing, dan memberi nasehat kepada kami. Tidak hanya ilmu kedokteran yang beliau berikan kepada kami, tapi beliau juga sering memberikan kami ilmu tentang kemanusiaan dan selalu menghubungkan ke Allah SWT. Selamat jalan Abah. Allah berikan tempat terbaik buat dokter. Aamiin"
dr. Hafif Fitra AS - Lamongan - Saturday, September 12, 2020
"Rajin sholat lima waktu d masjid. Sering naik sepeda ontel atau mio putih strip hijau ke masjid. Tiap sholat di Nurul Falah, beliau di shaf pertama kiri, rajin ikut kajian, sering ngingatkan ke saya kalo malamnya ada kajian. Tiap operasi beliau ramah, suka bercanda, cekatan, baik, ingin yang terbaik untuk pasiennya. Kalo lagi cito pasti kru OK sama koasnya dibelikan nasgor/mie. Senang berbagi ilmu. Kalo koasnya single beliau gercep nyomblangin. Yang paling saya ingat perkataan dari beliau, "Dokter itu kakinya 2. Satu surga, satu neraka. Kalau lebih berat surga, masuk surga. Kalau lebih berat neraka, masuk neraka. Jadi harus hati-hati nentukan terapi/tindakan ke pasien. Kalau kamu nyari rezeki halal, insya Allah anak cucumu selamat." Tiap ketemu orang pasti nyapa, dengan jalannya yang khas dan telapak tangan terangkat sejajar bahu beliau. Terima kasih, dok atas segala bimbingan, nasihat, tauladan yang diberikan kepada kami. Semoga jadi pemberat amal kebaikan. Selamat jalan guruku tersayang, panutanku. Semoga Allah tempatkan di JannahNya 🖤"
Tubagus Arif H, dr. - Saturday, September 12, 2020
" dr. Machmud, Sp.BS adalah guru yang dekat dengan muridnya sehingga murid2nya memanggi beliau dengan panggilan Abah, layaknya seorang Abah yg menyayangi anaknya beliau selalu ingin yg terbaik untuk muridnya. Beliau tegas, lucu, dan sangan low profile. Beliau tidak pernah terlewat sholat lima waktu di masjid perumahan, insyaAllah beliau syahid dan diterima segala amalan ibadahnya oleh Allah S.W.T"
Rajiv Abdullah Bin Hatim - Saturday, September 12, 2020
"dr.Machmud, Sp.Bs merupakan guru saya yang sangat saya sayangi dan saya hormati, beliau menjadi panutan bagi saya dalam menempuh pendidikan kedokteran, beliau adalah guru terbaik sejauh ini yang pernah saya temukan. Beliau selalu berusaha mengingat semua nama" muridnya, banyak sekali memori bersama beliau yang tak akan pernah saya lupakan, momen saat disuruh menggunakan bipolar saat operasi EDH tidak akan pernah saya lupa "kamu pengen jadi bedah syaraf ya, ini coba bipolar duranya, hentikan perdarahannya" dengan sabar beliau mengajari saya pada kesempatan itu. Nasihat beliau kepada kami "jadi dokter itu satu kakinya dineraka, satu kakinya disurga, tergantung kamu berat kemana, kalau berat ke surga masuklah ke surga kalau berat ke neraka masuklah keneraka, kalau km cari rezekinya halal anak cucumu In Sya Allah akan selamat" Selamat jalan Guru terbaikku, Guruku tersayang. Abah kami para dokter muda RSUD Gambiran. In Sya Allah, Allah catatkan pahala syahid atasmu, semoga Allah mengampuni segala dosa" beliau dan mengangkat derajat beliau ke Jannah-Nya. semoga kita kembali dipertemukan di Jannah-Nya. Aamiin Ya Rabb"
DM Gambiran Kelompok M-30 - Sunday, September 13, 2020
"dr. Mahmud, Sp.BS adalah orang pertama yang mendampingi saya naik di meja operasi, dan secara tidak langsung akan menjadi salah satu momen paling bersejarah selama saya hidup. Dari beliau saya memahami bagaimana seorang dokter bekerja dengan profesioal dan bagaimana seorang pendidik hebat dalam memberi contoh. Satu hal yang saya pegang dari Beliau hingga saat ini adalah tidak ada yang lebih penting daripada menyelamatkan seorang pasien, seberapa kecil ia memiliki harapan. Belajar bagaimana secara bijak menyikapi antara urusan individu dengan kepentingan umum. Belajar bahwa berlian itu lahir dari sebuah "tekanan besar", bukan dari "tiupan angin yang nyaman". Selamat jalan dokter! dr. Mahmud boleh saja pergi meninggalkan bumi ini, namun semangat dan jasa beliau akan selalu hidup di hati kami. – Arlinda Silva Prameswari. Abah adalah guru yang objektif. Kalau benar dipuji, kalau salah dimarahi tapi diajarkan yang benar tanpa melihat status dan jenis kelamin anak didiknya. Abah juga adalah figur yang pantas menjadi panutan. Beliau tetap kerja dan mendidik anak didiknya walaupun tanggal merah. Beliau tetap membimbing semua anak didiknya walaupun mereka bukan stase bedah. Selamat jalan dokter. – Maryo Juan L.B.T. “Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afii wa’fuanhu” Kami bersyukur pernah mengenal sosok beliau, kami bersyukur pernah dibimbing beliau, kami bersyukur pernah diberikan kasih sayang beliau, dan kami bersyukur pernah merasakan kebaikan-kebaikan beliau yang begitu banyak sebagai konsulen sekaligus seperti orang tua kami di rumah sakit. Dokter Mahmud mengajarkan kami agar bisa menjadi dokter yang “amanah dan bertanggung jawab” baik untuk pasien dan pencipta kami Allah SWT. Beliau menyadarkan kami bahwa amanah dan tanggung jawab itu berat sehingga kami sadar bahwa kami harus terus belajar agar kelak bisa bertanggung jawab di setiap tindakan yang akan kami berikan kepada pasien. Terima kasih dokter, semoga Allah terus memeluk setiap doa-doa yang engkau berikan kepada kami anak didikmu. Dan semoga setiap kebaikan dan nasihat yang diberikan kepada kami bisa menjadi pemberat amalan dokter di Akhirat. Amiin ❤️ - Mafida Rista Azizah"
Aisyah Nurrahmah - Sunday, September 13, 2020
"اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ Abi orang yang sangat baik dan kebaikannya bermanfaat untuk orang lain. Kebaikannya terpatri di hati orang-orang yang ditolongnya hingga sekarang. Sosok yang disiplin, detail, humoris, religius, setia, suka dengan nostalgia dan tidak suka perubahan. Hingga akhir hayatnya tidak pernah menyusahkan orang lain bahkan keluarganya. Beliau mengajarkan banyak hal yang akan melekat di fikiran dan hati kami. Sosok beliau akan selalu hidup dalam hati dan pikiran kami. Tidak pernah beliau tidak mengabulkan permintaan kami selama beliau bisa memenuhi. Kami terbiasa sangat bergantung pada beliau sehingga sulit untuk dapat beradaptasi dengan kondisi yang baru tanpa sosok beliau. Beliaulah yang mengurus segala sesuatu hal yang kami butuhkan. Tidak pernah membalas kejahatan orang lain dengan kejahatan. Selalu berpikir panjang sebelum melakukan suatu hal. Sosok yang mengutamakan keluarga, teman dan orang yang kesusahan. Selalu ingin menolong orang lain meskipun diri sendiri harus berkorban. Hingga akhir hayatnya beliau sudah membantu mengatur kehidupan kami kedepannya. Insyaallah abi husnul khotimah dan syahid. Insyaallah surga."
I Gusti Ketut Putra - Sunday, September 27, 2020
"Terimakasih, segala kebaikan yang telah dilakukan beliau, tidak akan terlupakan. Disisi Tuhan tempat yang layak, untuk beliau."
dr. Zul Fahmy Irawan - Tuesday, September 29, 2020
"Hanya kebaikan yang kami ketahui dari beliau. Saya sebagai murid dan anak kos beliau. Hanya kebaikan-kebaikan yang kami dapatkan di masa lampau saat berinteraksi dan belajar dari beliau. Allah memilih kematian yang terbaik bagi beliau. InsyaAllah, Allah menempatkan tempat terbaik bagi beliau. Surga tanpa hisab, syuhada di jalan Engkau. Kami mencintai beliau karena Allah. Semoga Allah membalas kebaikan beliau"
Kenal dengan mendiang? kirim testimoni anda semasa hidup dengan mendiang disini:

*Proses pengiriman testimoni akan menggunakan nomor hp yang terdaftar di WhatsApp untuk verifikasi