dr. Gardjito Hardjosukarso, Sp.JP.FIHA

dr. Gardjito Hardjosukarso, Sp.JP.FIHA

Dokter

Dokter Gardjito, Sp.JP, FIHA merupakan Dokter Jantung dan Pembuluh Darah yang pernah berpraktik di Rumah Sakit St. Carolus, Jakarta, RS Abdul Radjak Salemba, Jakarta, dan RS Kramat 128 Jakarta. Beliau tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia.

Dia merupakan dokter senior lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada dan kemudian mengambil spesialis jantung dan pembuluh darah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Menurut penuturan para sejawat, dr. Gardjito awalnya tidak mengalami gejala. Namun, pada awal September, dia merasakan lemas saja dan sewaktu berpaktik di RS Radjak akhirnya ambruk. Beliau kemudian dirawat di ICU RS Thamrin dengan hasil pemeriksaan positif COVID-19.

Belum jelas dari mana dan bagaimana dr. Gardjito terinfeksi. Namun, setelah menjalani perawatan hampir dua minggu, pada Jumat (11/9/2020) pukul 04.40 WIB, dr. Gardjito menghembuskan nafas terakhir. Beliau meninggal di usia ke-71 tahun dan menjadi dokter di Indonesia ke-111 yang meninggal karena COVID-19.
Diana Magdalena - Friday, September 11, 2020
"Sebelum pandemi saya selalu mengantar ibu saya kontrol ke beliau. Kaget hari ini baca tweet, beliau meninggal karena COVID. Beliau dokter yang sabar, suka tersenyum dan baik sekali. Selalu menjawab sejelas-jelasnya pertanyaan dan keluhan dari ibu saya yang cerewet. Ibu saya sebagai pasien merasa kehilangan. Terakhir ketika kontrol beliau bercanda : Enak ya Bu, anaknya perempuan ada yang urus. Kalo saya laki-laki semua, sudah diambil istrinya semua (sambil beliau tertawa). Ibu saya di situ pun tertawa mendengar candaan dokter Gardjito. Beliau selalu menenangkan pasien yang panik seperti ibu saya. Ketika katup jantungnya di USG ada bocor dan jantungnya bengkak, Beliau menenangkan dengan bilang, "Ini diobatin sembuh kok, Bu. Jangan khawatir ya, Bu". Sungguh saya dan ibu saya sangat kehilangan. Mungkin karena pasiennya yah. Semoga beliau tenang dan mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan. Terima kasih untuk pengabdianmu, dr. Gardjito. Bahkan di tengah pandemi, Pak dokter masih praktek."
Christina S - Friday, September 11, 2020
"Beliau dokter terbaik dan paling ramah yang saya kenal selama hampir 5 tahun ini. Mau berbagi ilmunya. Di era milenial dengan hp android/ios, beliau yang paling setia dengan hp jadulnya. Di saat pasien beliau tidak ada di ICU beliau selalu datang ke ICU untuk sholat. Selalu menghargai perbedaan agama dan toleransi di saat petugas komuni mengantar/memberikan komuni ke pasien-pasien yang ada di RS. Terimakasih dokter untuk segala kebersamaan ini. Sedih dan kehilangan dokter dan rekan-rekan sejawat lainnya yang berpulang ke rumah Tuhan karena pandemik ini. Selamat jalan dokter. Biarkan kami yang meneruskan perjuanganmu."
dr. Rahma Novianti - Saturday, September 12, 2020
"Saya adalah dokter umum yang bertugas di ugd dan ruang rawat inap di RS tempat beliau bekerja.Beliau adalah sosok konsulen yang baik sekali, ramah, selalu tersenyum, suka bercanda dan sabar. Beliau selalu memanggil kami dokter, walaupun usia kami muda.. Beliau selalu berkeliling ke ruang rawat inap padahal tidak ada pasiennya dan suka bertanya “ada pasien?” Sambil tersenyum, lalu berbincang sebentar bercanda lalu pamit dengan senyumnya.Saya sedih sekali kehilangan salah satu sosok spesialis terbaik di Indonesia ini. Dokter orang baik, ketika dokter berpulang banyak sekali yang mengantar beliau.InshaAllah dokter husnul khotimah...."
Dyah Anugrah Pratama - Saturday, September 12, 2020
"Beberapa minggu lalu, saya jaga IGD shift malam. Datang pasien yang rutin beliau rawat ke RS kami. Yang kemudian ternyata setelah bertanya keluhan dan pemeriksaan, pasien mengalami gangguan irama jantung dan butuh terapi segera. Saya menghubungi beliau dini hari tersebut, dan masih dijawab dengan ramah juga detail. Padahal harusnya saat itu jam istirahat beliau. Terima kasih, dok. Ilmunya pada dini hari itu, berharga sekali. Keluarga, sejawat, terutama pasien-pasien dokter begitu kehilangan. Namun saya percaya ada tempat terbaik untuk dokter di sisi Yang Maha Pengasih. Aamiin. Pakai masker dan jaga jarak."
Era Putri - Sunday, September 13, 2020
"Saya sebagai perawat di RS beliau praktek. Saat menemani beliau visit ada candaan yang menyebutkan nama obat yg sering beliau pakai, "Suster, suster tau apa artinya CPG?" "Clopidogrel dok?" Jawab saya. "Bukan sus... Cinta Pada Gardjito😊", begitu kata beliau sambil tersenyum. Itu yang sampai saat ini tidak akan kami lupakan... Sekarang kami harus kehilangan dokter yg santun, ramah dan sabar. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik untuk beliau. Aamiin 😇"
Muhamad Rosaldy - Sunday, September 13, 2020
"Beliau dokter yang lembut hati dan tutur kata. Setiap bertemu, selalu menyapa kami dengan sebutan ‘Dokter’, walaupun kami masih sangat muda. Saya pernah diberikan semangat. Pagi itu saat shift malam yang melelahkan hampir usai. Beliau menanyakan ke saya, “Dokter sempat tidur?” Saya jawab sempat tidur, tapi hanya dua jam. Beliau bersimpati sambil bahu saya ditepuk lembut, “Kuat sekali dokter-dokter muda zaman sekarang. Terus semangat, ya Dok.” Senyuman dr. Gardjito sungguh hangat, tidak peduli siang maupun malam, kehangatan beliau berlaku untuk semua orang di sekitarnya. Salah satu mnemonik jenaka beliau di tempat saya kerja, menyerupai salah satu regimen obat pengencer darah, yaitu CPG (Clopidogrel), yang di-‘ubah’ oleh orang-orang yang menyayangi beliau sebagai ‘Cinta Pada Gardjito. Istilah ini sangat terkenal ke semua tenaga medis di tempat saya bekerja. Selamat jalan dr. Gardjito, kebaikan Dokter akan selalu dikenang. Selamat menuju terang, ya, Dok."
Kenal dengan mendiang? kirim testimoni anda semasa hidup dengan mendiang disini:

*Proses pengiriman testimoni akan menggunakan nomor hp yang terdaftar di WhatsApp untuk verifikasi