H. Ahmad Mudzakir

H. Ahmad Mudzakir

Perawat

H. Ahmad Mudzakir (50 tahun)adalah seorang perawat senior yang bertugas sebagai Kepala Ambulans Gawat Darurat (AGD) 119 di RSUD Abdul Wahab Sjachranie (AWS), Samarinda. SebagaiKepala AGD, beliausering memberikan pelatihan bantuan hidup dasar dan kedaruratan kesehatankepada tenaga medis dan relawan ambulans.
Perawat yang sering disapa “Bang Jek” oleh rekan sejawatnya, meninggal pada 17 September 2020, 15.45 WITA, akibat terpapar virus COVID-19. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, dr. Ismid Kosasih, almarhum Ahmad Mudzakir sempat dirawat di RSUD Abdul Wahab Sjachranie sejak 12 September 2020 dengan status positif terinfeksi virus COVID-191.
Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, almarhum Ahmad Mudzakir memiliki penyakit penyerta, yakni radang paru-paru dan diabetes mellitus tipe 22. Jenazah almarhum dikebumikan di TPU Raudhatul Jannah Serayu, Samarinda Utaradengan menggunakan protokol COVID-19.


Testimoni Direktur RSUD Abdul Wahab Sjachranie, David Hariadi Masjhoer, dikutip dari Selasar.co:

"Beliau dikenal sebagai pribadi yang baik, ramah dan peduli kepada sesama, serta sering melatih nakes dan awam untuk penanganan kegawatdaruratan, termasuk kepada calon Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Provinsi Kalimatan Timur3





Catatan: Jika ada sejawat atau keluarga yang mengetahui informasi lebih lanjut tentang mendiang dan foto, bisa dikirimkan ke kami melalui testimoni atau WA Bot. Terima kasih.

Sumber:

1. https://kaltim.suara.com/read/2020/09/17/190251/terkonfirmasi-covid-19-kepala-ambulance-gawat-darurat-rs-aws-meninggal?utm_source=twitter.dlvrit&utm_medium=twitter&utm_campaign=suaradotcom

2. https://korankaltim.com/read/samarinda/36322/positif-covid-19-perawat-mobil-ambulans-rsud-aw-syahranie-meninggal-dunia

3. https://selasar.co/read/2020/09/17/2932/positif-covid-19-kepala-ambulans-rsud-aws-meninggal-dunia
Kenal dengan mendiang? kirim testimoni anda semasa hidup dengan mendiang disini:

*Proses pengiriman testimoni akan menggunakan nomor hp yang terdaftar di WhatsApp untuk verifikasi