Jolanda Maria Leiwakabessy/Manuhua, A.Md.Kep

Jolanda Maria Leiwakabessy/Manuhua, A.Md.Kep

Perawat

Jolanda Maria Leiwakabessy/Manuhua, A.Md.Kep (51) atau akrab dipanggil Yola menamatkan pendidikan Diploma III Keperawatan di Akademi Keperawatan Dr. J. A. Latumeten Ambon tahun 1995. Ia mulai meniti karir sebagai perawat di RS SUmber Hidup – GPM Ambon pada 2 Januari 1996. Jabatan yang pernah diembannya termasuk perawat pelaksana dan ketua tim pelayanan perawatan pada ruang rawat dan instalasi gawat darurat (IGD). Selain bekerja, Yola juga aktif dalam organisasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Menurut rekan sejawatnya, Yola telah mengabdi selama 25 tahun 8 bulan di RS Sumber Hidup. Dia adalah seseorang yang menjunjung tinggi profesi keperawatannya dan selalu mendahulukan kepentingan pasien di atas segalanya. Dermawan dan tidak segan menolong pasien yang membutuhkan bantuannya. Berhati lembut dan sering menangis jika pasien yang dilayaninya meninggal dunia. Sebaliknya, jika pasiennya sembuh dan pulang untuk berkumpul kembali dengan keluarga, dia selalu mengiringi mereka dengan senyum ceria dan canda bahagia.

Pada 16 Agustus 2020, Yola datang ke RS Sumber Hidup dengan keluhan lemas, sakit kepala, mual dan muntah, serta riwayat hipertensi. Pemeriksaan cepat menyatakan dirinya reaktif sehingga langsung dirujuk ke RS Dr. M. Haulussy Ambon. Di sana, hasil pemeriksaan usapnya menunjukkan positif COVID-19. Yola dirawat di ruang isolasi hingga Tuhan YME memanggilnya pulang pada 21 September 2020, tiga hari setelah hari ulang tahunnya. Dia tercatat sebagai tenaga kesehatan pertama di Provinsi Maluku yang meninggal dunia karena teriinfeksi virus SARS-CoV-2.

Sumber:
Hasil wawancara rekan kerja di RS Sumber Hidup Ambon.
Kenal dengan mendiang? kirim testimoni anda semasa hidup dengan mendiang disini:

*Proses pengiriman testimoni akan menggunakan nomor hp yang terdaftar di WhatsApp untuk verifikasi